JAKARTA – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menegaskan bahwa menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan telah dipastikan aman untuk dibawa pulang dan dikonsumsi oleh anak-anak.
“Tentu kalau ada makanan, karena sekarang bulan Ramadan, dia mendapatkan jatah pergi sekolah terus dia bawa pulang, tentu itu sudah dalam pertimbangan dan perhitungan,” kata Taruna saat ditemui di Jakarta, Selasa (4/3).
Taruna menjelaskan bahwa BPOM melakukan pendampingan terhadap Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar layanan yang diberikan sesuai dengan prosedur keamanan pangan.
Setiap bahan makanan, seperti daging, nasi, dan sayuran, memiliki masa degenerasi serta reaksi tertentu apabila bercampur dengan bahan pangan lain akibat proses mikroorganisme.
“Jadi misalnya, kalau dia bawa pulang, tentu sayur tidak dicampur dengan nasi, tidak dicampur dengan ini, masing-masing dipisah-pisahkan mungkin lewat kontainer khusus. Jadi dengan demikian, itu tidak ada masalah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taruna juga menekankan pentingnya program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya pemenuhan gizi anak Indonesia.
Saat ini, sekitar 80 persen anak Indonesia menghadapi masalah gizi, dengan 21,6 persen mengalami stunting, 40 persen mengalami defisiensi mikronutrisi, dan 20 persen mengalami kelebihan nutrisi.
Menurutnya, MBG adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan anak-anak serta mencegah berbagai penyakit degeneratif, metabolisme, dan non-infeksius. Program ini juga membantu mengontrol pola makan dan asupan gizi anak-anak.
Kesuksesan MBG, lanjut Taruna, membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan industri pangan. Ia pun mengusulkan pendekatan gotong royong agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Dan saya kira kalau semua terlibat, kita gotong royong, maka program makan bergizi gratis ini bukan hanya program 1-2 tahun atau minimal 5 tahun, tapi bisa menjadi sustainable untuk selamanya,” ujarnya.