SYDNEY – Laga krusial antara Timnas Australia dan Timnas Indonesia akan tersaji sore ini di Sydney Football Stadium pada matchday ketujuh Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Kick-off laga Australia vs Indonesia dijadwalkan pukul 16.10 WIB dan akan disiarkan langsung oleh RCTI serta GTV, duel ini diprediksi bakal berlangsung panas mengingat ambisi kedua tim untuk menjaga asa menuju Piala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Australia, yang kini diasuh pelatih Tony Popovic, datang dengan modal tak terkalahkan dalam empat laga terakhir—tiga imbang dan satu kemenangan. Namun, performa Socceroos belakangan ini belum sepenuhnya meyakinkan.
Cedera sejumlah pilar seperti Harry Souttar, Massimo Luongo, dan Riley McGree menjadi pukulan telak bagi tim peringkat 26 dunia tersebut.
Kusini Yengi, penyerang tajam yang telah mencetak enam gol dalam 11 caps, akan kembali menjadi tumpuan di lini depan, didukung Martin Boyle dan Craig Goodwin dari sisi sayap.
Meski begitu, jurnalis Australia Paul Williams menilai skuad Socceroos kali ini sebagai salah satu yang terlemah dalam beberapa tahun terakhir akibat krisis cedera dan minimnya kreativitas di lini tengah, membuat mereka “rentan” menghadapi Indonesia.
Di kubu Garuda, debut pelatih anyar Patrick Kluivert menjadi sorotan utama.
Mantan bintang Belanda itu membawa angin segar dengan memanggil 30 pemain, termasuk tiga amunisi baru hasil naturalisasi: Emil Audero (Palermo), Dean James (Go Ahead Eagles), dan Joey Pelupessy (Lommel SK), serta striker Ole Romeny (Oxford United) yang telah resmi menjadi WNI.
Meski Egy Maulana Vikri absen karena cedera dan duo Justin Hubner serta Ragnar Oratmangoen terhenti akibat akumulasi kartu, Indonesia tetap dianggap punya kedalaman skuad yang mumpuni.
Laga ini berpotensi berakhir imbang 2-2, dengan alasan kekuatan baru Garuda sulit ditebak lawan berkat racikan Kluivert.
Secara historis, Australia mendominasi pertemuan dengan Indonesia, mencatat 14 kemenangan dari 19 duel sejak 1967, sementara Garuda hanya menang sekali pada 1981.
Namun, dua pertemuan terakhir di kualifikasi Piala Dunia menunjukkan perlawanan sengit Indonesia: imbang 0-0 pada September 2024 di Jakarta dan clean sheet di laga sebelumnya.
Gelandang Thom Haye, dalam wawancara dengan Detik Sport, menyebut laga ini akan “berat tapi dinantikan,” sembari mengingat ketatnya duel sebelumnya di GBK.
Kluivert, yang dikenal menyukai formasi 4-3-3, kemungkinan akan mempertahankan pakem tiga bek tengah ala Shin Tae-yong dengan sedikit sentuhan “total football” khas Belanda, mengingat waktu persiapan yang terbatas.
Prediksi susunan pemain dari ANTARA News menempatkan Maarten Paes di bawah mistar, trio Jay Idzes, Mees Hilgers, dan Rizky Ridho di lini belakang, serta Marselino Ferdinan sebagai motor serangan bersama Ole Romeny dan Septian Bagaskara di depan.
Sementara itu, Australia diperkirakan mengandalkan kecepatan Yengi dan bola mati untuk membongkar pertahanan Indonesia.
Dengan 3.250 suporter Garuda yang telah mengamankan tiket—seperti dilaporkan Bola.com—atmosfer di Sydney dipastikan akan membara.
Klasemen Grup C yang ketat, di mana Indonesia (6 poin) hanya terpaut satu angka dari Australia (7 poin), menambah taruhan laga ini. Kemenangan bisa mengatrol peringkat FIFA Indonesia hingga 11 tingkat, sementara kekalahan bagi Australia dapat memperumit langkah mereka menuju Piala Dunia keenam beruntun.
Akankah Indonesia mengulang kejutan seperti saat menumbangkan Arab Saudi 2-0 pada November lalu, atau Australia kembali membuktikan dominasinya? Jawabannya akan terungkap sore ini di Sydney Football Stadium. Yang pasti, laga ini bukan sekadar pertandingan, melainkan pertaruhan gengsi dan mimpi menuju panggung dunia.***