JAKARTA – Luthfianisa Putri Karlina, atau yang akrab disapa Teh Putri, adalah sosok perempuan muda yang telah mencuri perhatian publik Indonesia, khususnya di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Lahir pada 14 Maret 1993, Putri tidak hanya dikenal sebagai putri sulung Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. H. Karyoto, tetapi juga sebagai dokter gigi, pengusaha sukses, politisi Partai Gerindra, dan sejak 20 Februari 2025, Wakil Bupati Garut periode 2025–2030.
Dengan usia yang masih muda, 32 tahun, ia telah menorehkan sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Wakil Bupati Garut, sebuah prestasi yang menegaskan kapabilitasnya sebagai pemimpin visioner.
Latar Belakang dan Pendidikan
Putri Karlina lahir dan besar di Garut, sebuah kabupaten yang kini menjadi panggung pengabdiannya.
Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Paminggir 4, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Garut (2004) sebelum pindah ke SMP Negeri 15 Bekasi, tempat ia menyelesaikan pendidikan menengah pertamanya pada 2007.
Pendidikan menengah atasnya diselesaikan di SMA Negeri 1 Garut (2007–2010), menunjukkan kedekatannya dengan tanah kelahirannya.
Semangat belajar Putri membawanya ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) Yogyakarta, di mana ia meraih gelar dokter gigi pada 2016.
Tidak berhenti di situ, ia memperdalam keahliannya di bidang bisnis dengan menempuh program magister Creative and Cultural Entrepreneurship Master of Business Administration (MBA-CCE) di Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) dari 2019 hingga 2021.
Pendidikan tinggi ini memperkuat kemampuan manajemen dan kepemimpinannya, yang kemudian menjadi modal besar dalam karier bisnis dan politiknya.
Pendidikan Putri tidak hanya mencerminkan kecerdasannya, tetapi juga komitmennya untuk terus belajar dan beradaptasi.
Ia aktif di berbagai organisasi selama masa studinya, seperti Persatuan Mahasiswa Garut di UGM dan KAGAMA UGM, yang menjadi wadah awal untuk membangun jejaring dan kontribusi sosial.
Keterlibatannya di Persatuan Dokter Gigi Kabupaten Garut juga menunjukkan dedikasinya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan gigi di daerahnya.
Pengusaha Muda yang Sukses
Meskipun bergelar dokter gigi, Putri Karlina memilih untuk lebih aktif di dunia bisnis, sebuah langkah yang menunjukkan keberanian dan visinya yang luas.
Ia dikenal sebagai pengusaha sukses di Garut, dengan bisnis yang berkembang pesat di sektor kuliner dan salon muslimah.
Kesuksesannya di bidang ini tidak lepas dari pendidikan MBA-nya, yang membekalinya dengan pengetahuan manajemen dan kewirausahaan.
Bisnisnya tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan, melalui usaha salon muslimah yang mencerminkan nilai-nilai budaya dan agama.
Putri juga diakui sebagai Mitra Kolaborator Program UMKM Naik Kelas pada 2022 dan 2023 oleh Bupati Garut, sebuah penghargaan yang mengakui perannya dalam membantu UMKM lokal berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Dedikasinya untuk pemberdayaan ekonomi lokal ini menunjukkan bahwa ia bukan sekadar pengusaha, tetapi juga agen perubahan yang peduli pada kemajuan masyarakat Garut.
Dari Pendatang Baru hingga Wakil Bupati
Karier politik Putri Karlina dimulai sebagai pendatang baru, namun dengan cepat ia membuktikan bahwa usia muda dan pengalaman politik yang relatif singkat bukanlah penghalang untuk menciptakan dampak besar.
Pada Pilkada Garut 2024, ia mendampingi Abdusy Syakur Amin sebagai calon Wakil Bupati, diusung oleh koalisi besar yang mencakup Partai Golkar, PKB, Gerindra, Demokrat, PDIP, NasDem, PAN, dan beberapa partai lainnya.
Pasangan Syakur-Putri berhasil memenangkan pilkada dengan keunggulan telak, hanya kalah di satu dari 42 kecamatan di Garut, sebuah kemenangan yang mencatatkan sejarah baru bagi kabupaten ini.
Keberhasilan Putri tidak lepas dari dukungan Partai NasDem, yang secara resmi mengusungnya tanpa meminta mahar politik, sebuah langkah yang ia apresiasi sebagai bentuk kepercayaan kepada pemimpin muda.
Dalam kampanyenya, Putri dan Syakur mengusung visi “Garut Hebat dan Berkelanjutan,” dengan pilar-pilar seperti ekonomi inklusif, sumber daya manusia berdaya saing, tata kelola pemerintahan yang bersih, dan pembangunan infrastruktur yang merata.
Visi ini mencerminkan komitmennya untuk membawa perubahan positif bagi Garut melalui pendekatan inovatif dan kolaboratif.
Sebagai Wakil Bupati, Putri menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan berempati.
Salah satu momen yang menonjol adalah reaksinya terhadap aksi sweeping warung oleh ormas selama Ramadan 2025.
Dengan penuh keberanian, ia memanggil koordinator ormas tersebut, mengecam tindakan anarkis yang merusak citra Garut, dan bahkan menangis saat menjelaskan dampak negatifnya terhadap masyarakat.
Sikap ini menunjukkan bahwa ia adalah pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga peduli pada harmoni sosial dan citra daerahnya.
Kehidupan Pribadi: Romansa dan Dukungan Keluarga

Kehidupan pribadi Putri Karlina juga menjadi sorotan, khususnya hubungannya dengan Maula Akbar.
Sang kekasih merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dan putra sulung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau biasa disampa Kang Demul.
Kedekatan mereka kerap dibagikan di media sosial, termasuk momen saat Maula mendampingi Putri dalam pelantikan sebagai Wakil Bupati dan saat ia berangkat ke Akademi Militer Magelang.
Hubungan ini mendapat restu dari keluarga, termasuk ayah Putri, Irjen Pol. Karyoto, dan diisukan akan segera berlanjut ke jenjang pernikahan.
Kisah cinta ini menambah dimensi humanis pada sosok Putri, menunjukkan bahwa ia mampu menyeimbangkan karier, politik, dan kehidupan pribadi dengan penuh harmoni.
Acara lamaran Maula Akbar pun sangat unik. Momen romantis sekaligus unik terjadi di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/5/2025) malam.
Momen istimewa tersebut berlangsung usai laga Persib Bandung melawan Barito Putera yang berakhir imbang 1-1.
Berlokasi di ruang VIP stadion, keduanya tampil kompak mengenakan jersey home Persib. Putri juga mengenakan jaket biru yang senada.***
