JAKARTA – Aksi tawuran di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan, kembali menjadi sorotan setelah kerap mengganggu ketertiban warga. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Rani Mauliani, mendesak pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk menangani permasalahan ini secara menyeluruh hingga ke akar-akarnya.
Menurut Rani, tawuran yang kerap terjadi di wilayah ini bukan sekadar ulah iseng, melainkan masalah sosial yang kompleks.
Tawuran Berulang, Warga Resah
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa tawuran di Manggarai bukanlah kejadian baru. Dalam kurun waktu satu pekan, setidaknya dua insiden tawuran terjadi, bahkan menyebabkan korban luka.
Salah satunya terjadi pada Minggu (4/5/2025) di Jalan Tambak, melibatkan warga dari RW 04 dan RW 12. Aksi saling serang dengan batu dan petasan ini sempat membuat warga sekitar ketakutan.
Pada Selasa (6/5/2025), tawuran kembali pecah di kolong rel kereta api dekat Stasiun Manggarai. Meski polisi berhasil membubarkan keributan, situasi ini meninggalkan keresahan bagi warga yang melintas di kawasan tersebut. Bahkan, seorang juru parkir menjadi korban luka bacok dalam insiden sebelumnya.
Penyebab dan Tantangan Penanganan
Pramono Anung menyebutkan bahwa tawuran di Manggarai melibatkan tiga kelompok warga. Penyebabnya pun beragam, mulai dari aksi provokasi hingga masalah sosial yang mendasar seperti kurangnya aktivitas positif bagi pemuda. Meski ada pos pantau polisi di lokasi, pelaku tawuran sering memanfaatkan celah saat petugas lengah.
“Kita harus menindak tegas siapapun yang melakukan tawuran itu. Tapi pendekatannya juga harus manusiawi,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, seperti dikutip dari pernyataannya di Cikini, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/5/2025).
Solusi Jangka Panjang Diperlukan
Rani Mauliani menegaskan bahwa penanganan tawuran tidak boleh berhenti pada tindakan represif. Ia mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk bekerja sama dengan kepolisian, tokoh masyarakat, dan komunitas lokal guna mencari solusi jangka panjang. Pendekatan ini mencakup pembinaan pemuda, penyediaan ruang kreativitas, hingga pemberdayaan ekonomi warga.
Warga Berharap Ketenteraman
Bagi warga Manggarai, tawuran bukan hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga menghambat aktivitas sehari-hari. Arus lalu lintas sering tersendat, dan rasa aman pun terganggu. “Kami ingin kawasan ini tenang. Anak-anak kami bisa bermain tanpa takut, dan kami bisa beraktivitas dengan nyaman,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Dengan desakan dari DPRD DKI dan komitmen Pemprov, harapan untuk mengatasi tawuran di Manggarai hingga tuntas kini menjadi sorotan. Langkah konkret yang manusiawi namun tegas diharapkan dapat mengembalikan ketenteraman di kawasan ini.