JAKARTA – AC Milan terus mengincar Dusan Vlahovic sebagai opsi strategis untuk lini depan mereka musim depan.
Namun, banderol yang dipatok Juventus, yakni sekitar 25 juta euro, dianggap terlalu tinggi oleh manajemen Rossoneri.
Sebagai alternatif, Milan kini tengah menggodok skenario pertukaran pemain atau barter yang bisa menguntungkan kedua pihak.
Langkah Milan ini muncul setelah muncul kabar bahwa Juventus membuka peluang negosiasi, meskipun menolak melepas Vlahovic dengan harga jauh di bawah nilai akuntansi saat ini, yakni sekitar 20 juta euro.
Meski begitu, kubu Milan masih menilai transfer ini bisa terealisasi jika gaji Vlahovic dipangkas dan ada kesepakatan terkait nilai tukar pemain yang sepadan.
Apalagi, situasi striker asal Serbia itu di Turin kini mulai dianggap sebagai beban, bukan hanya dari sisi finansial, tetapi juga performa.
Mengutip laporan Gazzetta, Minggu (3/8/2025), sejumlah nama dari skuad Milan telah disiapkan sebagai bagian dari proposal barter.
Di lini belakang, Malick Thiaw menjadi opsi yang realistis mengingat ia sebelumnya nyaris hengkang ke Como.
Dari sektor tengah, Ismael Bennacer dan Yacine Adli juga masuk radar karena keduanya punya reputasi positif di mata Juventus.
Tak ketinggalan, winger asal Nigeria, Samuel Chukwueze, bisa jadi solusi instan untuk kebutuhan Juventus di sektor sayap.
Namun, pertanyaan mendasar tetap ada: apakah Comolli berani mengambil risiko menjual Vlahovic dengan harga murah ke rival langsung?
Sampai saat ini, belum ada kesepakatan resmi di atas meja.
Keduanya masih berhitung terkait valuasi masing-masing pemain serta potensi tambahan kompensasi uang tunai bila terjadi ketimpangan nilai.
Akan tetapi, Milan jelas berusaha memaksimalkan aset pemainnya untuk mendapatkan striker yang mereka incar tanpa harus membayar mahal di tengah tekanan FFP dan pembatasan anggaran belanja.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa Milan tengah mengadopsi pendekatan transfer yang lebih kreatif dan strategis, sambil tetap realistis soal harga dan gaji.
Dengan Juventus juga dalam masa transisi skuad, skema barter bisa menjadi jalan tengah yang tak hanya menyelamatkan neraca keuangan, tapi juga menjaga persaingan tetap sehat di Serie A.***