JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Badan Geologi resmi menaikkan status Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi Level III atau Siaga setelah aktivitas vulkanik meningkat tajam sejak Rabu siang.
Keputusan ini diambil menyusul rangkaian erupsi dan lontaran awan panas yang terus terjadi meski kondisi puncak kerap tertutup kabut tebal.
Erupsi pertama hari itu tercatat pada pukul 14.13 WIB ketika awan panas dimuntahkan dari kawah, namun jarak luncuran tidak dapat diamati akibat gangguan visual.
Isi Parafrasa Lengkap (Satu paragraf satu kalimat – gaya jurnalistik – sangat berbeda – unik – informatif – relevan – ramah gadget):
Badan Geologi melaporkan bahwa rentetan awan panas berlangsung hingga pukul 15.58 WIB dengan amplitudo maksimum mencapai 37 km, menandakan intensitas aktivitas yang terus menguat.
Dalam keterangan resminya, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid menegaskan bahwa “Awan panas dilaporkan terjadi secara beruntun dan masih berlangsung hingga 15.58 WIB, dengan amplitudo maksimum 37 mm”.
Lembaga tersebut menjelaskan bahwa erupsi dan guguran lava masih terus terpantau meskipun cuaca sering menghalangi pandangan ke arah puncak.
Aktivitas kegempaan juga dilaporkan sangat tinggi dengan dominasi gempa letusan, guguran, dan harmonik yang menandai suplai energi vulkanik yang terus berlanjut.
Peningkatan gempa guguran dinilai selaras dengan semakin seringnya aliran lava pijar mengarah ke wilayah Besuk Kobokan.
Data seismik terkini mengindikasikan adanya dorongan material magmatik baru dari kedalaman yang kemudian dikeluarkan melalui letusan serta hembusan gas vulkanik.
Pemantauan variasi kecepatan relatif (dv/v) menunjukkan tren penurunan sejak pertengahan Oktober 2025, yang menjadi indikasi peningkatan tekanan di area dangkal tubuh gunungapi.
Meski begitu, hasil pemantauan deformasi dinilai stabil sehingga tidak menunjukkan adanya akumulasi tekanan berlebihan di bagian dalam gunung.
Dengan mempertimbangkan seluruh parameter tersebut, Badan Geologi akhirnya menaikkan tingkat aktivitas Gunung Semeru menjadi Level III Siaga.
Badan Geologi meminta masyarakat, pengunjung, dan wisatawan untuk menghindari sektor tenggara terutama sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 17 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar masih ada.
Warga juga diminta menjauhi area dalam radius 5 kilometer dari puncak guna menghindari ancaman lontaran batu pijar yang dapat melukai atau membahayakan aktivitas penduduk.
Pengamatan Kegempaan PVMBG-BG-KESDM, Kamis (20/11/2025):
- 25 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 71-141 detik.
- 32 kali gempa Guguran dengan amplitudo 3-16 mm dan lama gempa 69-108 detik.
- 1 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 67 detik.
- 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 30 mm, S-P 21 detik dan lama gempa 77 detik.***