JAKARTA – Xabi Alonso mengungkapkan bahwa Cole Palmer telah meminta maaf kepada dirinya dan rekan-rekan setimnya di Chelsea setelah menerima kartu merah dalam kekalahan 0-2 dari Tottenham Hotspur, Sabtu.
Pelatih Chelsea itu menegaskan Palmer memahami kesalahannya dan diharapkan tidak mengulangi tindakan yang merugikan tim.
Insiden tersebut terjadi ketika Chelsea tertinggal 0-1 pada babak kedua, sebelum Palmer menerima dua kartu kuning dalam waktu berdekatan akibat insiden dengan Mateus Fernandes dan tindakan menginjak Conor Gallagher.
Kehilangan satu pemain membuat situasi Chelsea semakin sulit, hingga Mathys Tel mencetak gol melalui aksi individu untuk memastikan kemenangan Tottenham dengan skor 2-0.
Alonso sebelumnya berencana berbicara langsung dengan Palmer untuk membahas persoalan kedisiplinan yang kembali menjadi perhatian, dan ia memberikan perkembangan mengenai percakapan tersebut pada Selasa.
“Kami sudah berbicara. Dia tahu kesalahan yang telah dilakukannya,” kata Alonso.
“Hal-hal seperti itu sebenarnya bisa dia hindari. Mari berharap kejadian ini tidak terulang. Dia sudah dewasa. Itu sebuah kesalahan,” lanjutnya.
Meski Palmer mendapat kartu merah pada pertandingan penting tersebut, Alonso menegaskan bahwa insiden itu tidak mengubah pandangan rekan-rekan setimnya terhadap kualitas sang pemain.
“Rekan-rekan setimnya tahu betapa istimewanya dia,” ujar Alonso ketika ditanya apakah kartu merah tersebut memengaruhi posisi Palmer di ruang ganti Chelsea.
Selain perilaku Palmer, keputusan Alonso dalam menentukan susunan pemain dan strategi menghadapi Tottenham juga menuai pertanyaan.
Absennya Joao Pedro akibat cedera membuat Alonso menempatkan Morgan Rogers sebagai penyerang tengah, sementara Geovany Quenda menjalani debutnya di Premier League sebagai gelandang serang.
Keputusan tersebut turut menjadi sorotan karena Danny Welbeck dan Estevao justru memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Ketika ditanya apakah menyesali pilihannya dalam menentukan susunan pemain, Alonso tidak memberikan jawaban langsung dan memilih menyoroti hasil serta performa tim secara keseluruhan.
“Kami tidak puas dengan hasil maupun penampilan tim. Ini pertandingan besar dan ada banyak hal yang seharusnya bisa kami lakukan dengan lebih baik,” ucap Alonso.
“Ada pula sejumlah detail penting yang memengaruhi pertandingan. Kami melakukan evaluasi, tetapi sekarang sudah beralih fokus ke Liverpool,” tambahnya.
Alonso juga menekankan pentingnya meningkatkan efektivitas permainan Chelsea ketika menguasai bola, meskipun ia tidak menganggap persentase penguasaan bola sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan.
“Yang saya inginkan adalah memenangkan pertandingan. Saya ingin kami bermain lebih baik saat menguasai bola. Saya yakin kami bisa tampil lebih baik karena performa kami belum mencapai level terbaik,” jelasnya.
“Penguasaan bola bisa 60 persen, 40 persen, bahkan 30 persen, selama kami mampu menciptakan peluang, mendapatkan kesempatan mencetak gol, dan memenangkan pertandingan. Itulah yang paling penting,” tutup Alonso.
Chelsea kini perlu memperbaiki efektivitas serangan sekaligus menjaga kedisiplinan pemain menjelang pertandingan melawan Liverpool, sementara Palmer diharapkan mampu menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran penting.***