Anggota Parlemen (DPR) independen Australia, Helen Haines, berada dalam kondisi kritis di rumah sakit setelah ditabrak sebuah mobil secara beruntun di depan kantor konstituennya. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, mengonfirmasi bahwa aksi brutal tersebut diduga kuat sebagai tindakan yang disengaja.
Insiden berdarah ini terjadi di Wangaratta, wilayah timur laut Melbourne, pada Senin (19/10/2026) sore waktu setempat.
Mengingat potensi ancaman terhadap pejabat publik, PM Albanese mengonfirmasi bahwa kepolisian antiteror (counter-terrorism police) telah diturunkan untuk memimpin investigasi kasus ini.
Kronologi Kejadian: Ditabrak Beruntun dan Diancam Pisau
Peristiwa bermula ketika Helen Haines sedang berada di luar kantornya di Murphy Street sekitar pukul 15.35 waktu setempat. Sebuah mobil Toyota Landcruiser putih tiba-tiba melaju keras menghantam tubuhnya.
Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, membeberkan kronologi mengerikan dari penuturan para saksi mata di lokasi kejadian.
“Pelaku sengaja melakukan putar balik (U-turn) untuk masuk ke area parkir dan menabrak Helen ke badan kendaraan lain. Pelaku kemudian memundurkan mobilnya lalu menabraknya untuk kedua kali,” ungkap Burke.
Kejadian mencekam ini dihentikan oleh aksi heroik warga sekitar. Seorang tukang pangkas rambut lokal, Ricky Jefferies, merespons kegaduhan dan langsung meringkus pelaku bersama sejumlah warga lainnya sebelum polisi tiba di TKP. Warga juga berhasil merebut sebilah pisau yang dibawa oleh pelaku.
Kondisi Korban: Alami Amputasi Kaki
Usai kejadian, Helen Haines langsung dievakuasi menggunakan helikopter (airlifted) menuju rumah sakit di Melbourne untuk menjalani operasi darurat.
Berdasarkan laporan media lokal Australian Broadcasting Corporation (ABC), Haines terpaksa kehilangan salah satu kakinya, dan tim dokter kini tengah berjuang keras menyelamatkan kaki lainnya.
“Ini bukan sekadar kecelakaan. Sangat jelas bahwa ini merupakan tindakan yang disengaja (deliberate act),” tegas PM Albanese.
Siapa Sosok Terduga Pelaku?
Kepolisian Victoria telah mengamankan pengemudi mobil tersebut, seorang pria berusia 43 tahun asal kota kecil Tarrawingee. Media lokal menyebut identitas tersangka bernama Brendan Nugent, meski kepolisian belum merilis nama resmi.
Nugent diketahui aktif menyuarakan isu-isu lingkungan, termasuk penolakan terhadap aktivitas penebangan hutan (anti-logging).
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif utama serangan serta memeriksa apakah pelaku memiliki hubungan personal dengan korban.
Helen Haines (65) merupakan politisi independen kawakan yang mewakili wilayah Indi di Victoria. Sebelum terjun ke dunia politik, ia mengawali karir sebagai perawat dan bidan hingga meraih gelar PhD di bidang Ilmu Kedokteran.
Haines pertama kali terpilih menjadi anggota DPR Australia pada 2019, dan sukses mempertahankan kursinya pada Pemilu 2022 serta 2025. Teror yang menimpa Haines kini memicu kekhawatiran nasional terkait meningkatnya ancaman keselamatan terhadap para pejabat publik di Australia.