Sejumlah makanan yang dikonsumsi sehari-hari diketahui terkontaminasi mikroplastik, partikel plastik berukuran sangat kecil yang kini tersebar luas dalam rantai makanan global. Mikroplastik berasal dari berbagai sumber, mulai dari serat pakaian sintetis, limbah industri, hingga degradasi sampah plastik di lingkungan.
Ketika masuk ke dalam tubuh, mikroplastik berpotensi menempel di dinding usus, memicu peradangan, dan dalam jangka panjang diduga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Karena sifatnya yang mudah berpindah melalui air, tanah, dan udara, partikel ini kini ditemukan di berbagai bahan pangan, baik hewani maupun nabati.
Hampir 90% Sumber Protein Terkontaminasi
Dilansir dari CNBC, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research mengamati lebih dari 12 jenis protein yang umum dikonsumsi masyarakat. Sampel tersebut mencakup daging sapi, daging ayam, daging babi, udang (termasuk udang berlapis tepung), makanan laut, tahu, hingga berbagai alternatif daging nabati seperti nugget dan stik ikan berbasis tumbuhan.
Hasilnya mencengangkan: hampir 90% sumber protein yang diteliti mengandung mikroplastik, menandakan bahwa paparan partikel plastik tidak lagi terbatas pada makanan laut semata.
Apel dan Wortel Paling Tercemar Mikroplastik
Ancaman mikroplastik juga ditemukan pada buah dan sayuran. Studi lain yang diterbitkan pada Agustus 2020 dalam jurnal Environmental Science mengungkapkan adanya 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer dalam berbagai jenis buah dan sayur.
Apel dan wortel tercatat sebagai komoditas paling terkontaminasi, dengan lebih dari 100.000 partikel mikroplastik per gram. Partikel mikroplastik terkecil ditemukan pada wortel, sementara potongan plastik berukuran lebih besar terdeteksi pada selada.
Temuan ini diperkuat oleh penelitian dari Universitas Catania yang menemukan mikroplastik dalam apel, pir, wortel, dan selada. Apel tercatat mengandung rata-rata 195.500 partikel plastik per gram, disusul pir dengan sekitar 189.500 partikel per gram. Brokoli dan wortel menjadi sayuran dengan tingkat kontaminasi tertinggi.
Mikroplastik Masuk Lewat Akar Tanaman
Dua penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mikroplastik dan nanoplastik dapat menembus akar tanaman, seperti selada dan gandum, lalu terakumulasi di bagian yang dikonsumsi manusia. Proses ini terjadi melalui penyerapan air dan tanah yang telah tercemar mikroplastik.
“Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga mengonsumsi mikroplastik,” ujar Sion Chan, juru kampanye dari Greenpeace Asia Timur yang berbasis di Hong Kong.