JAKARTA – Aryna Sabalenka kembali menorehkan sejarah di tenis putri dunia dengan menjuarai US Open 2025, setelah mengalahkan Amanda Anisimova 6-3, 7-6(3) pada Sabtu (6/9) waktu setempat atau Minggu WIB.
Kemenangan ini menjadikannya petenis wanita pertama sejak Serena Williams 2014 yang sukses mempertahankan gelar US Open secara beruntun, sekaligus menegaskan dominasinya di panggung Grand Slam.
Musim ini, Sabalenka menutup tahun sebagai pemuncak peringkat WTA dengan gelar Grand Slam pertamanya setelah sebelumnya kalah di dua final major dan menembus semifinal pada turnamen besar ketiga.
“Semua pelajaran berat itu sepadan dengan tahun ini,” ujar Sabalenka, mencerminkan perjalanan penuh tantangan dan konsistensi performanya sepanjang 2025.
Statistik Sabalenka menunjukkan ketangguhan yang luar biasa: dari 11 turnamen Grand Slam dalam tiga tahun terakhir, ia berhasil mengumpulkan empat gelar, tiga kali final, tiga semifinal, dan satu perempat final.
Kini, koleksinya mencakup dua gelar US Open dan dua gelar Australian Open, menyamai jejak Naomi Osaka dalam hal pencapaian dalam waktu tiga tahun.
Selain itu, kemenangan ini menandai kemenangan ke-100 Sabalenka di turnamen Grand Slam, dengan persentase kemenangan mencapai 79,4%, hanya kalah dari Iga Swiatek di antara petenis aktif.

Amanda Anisimova datang ke final dengan rekor head-to-head 6-3 melawan Sabalenka, namun pertemuan ke-10 mereka menunjukkan dinamika berbeda.
Penampilan Anisimova yang agresif di baseline sebelumnya tidak cukup menahan tekanan Sabalenka, yang tampil lebih sabar dan efektif.
Anisimova mencatat 29 kesalahan sendiri dan 22 pukulan winner, sementara Sabalenka hanya mencatat 15 kesalahan dan 13 pukulan winner, memanfaatkan peluang break point dengan cermat.
Dalam upacara penyerahan trofi, Anisimova memuji lawannya, “Saya kagum dengan apa yang telah Anda capai. Selamat untuk Anda dan tim, kalian luar biasa.”
Kemenangan ini membuat peringkat Anisimova naik ke No.4 WTA pada pengumuman Senin (8/9), menandai pencapaian tertingginya hingga kini.
“Ini adalah perjalanan yang sangat gila,” kata Anisimova, mencerminkan rasa bangga atas kesuksesannya musim ini.
Pertandingan final US Open menegaskan betapa pentingnya memenangkan set pertama. Dari 30 juara putri sebelumnya, 28 memenangi set pembuka, termasuk Sabalenka kali ini.
Meskipun Anisimova sempat bangkit dan menyamakan kedudukan set kedua, Sabalenka memanfaatkan setiap peluang break point dengan strategi matang hingga akhirnya menutup pertandingan melalui tiebreak, mengonversi match point ketiga setelah pengembalian Anisimova meleset.***