JAKARTA — Pemerintah Jerman menyambut keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mencabut sanksi terhadap Suriah. Langkah ini dinilai sebagai momentum penting untuk membangun masa depan baru yang demokratis bagi negara yang telah lama dilanda konflik di Timur Tengah tersebut.
“Jerman akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Suriah untuk meningkatkan lingkungan ekonomi demi pemulihan ekonomi Suriah yang berkelanjutan,” tulis Kantor Urusan Luar Negeri Jerman melalui platform X, Rabu (14/5/2025).
Dalam pernyataannya, Jerman menegaskan bahwa proses transisi politik di Suriah harus bersifat inklusif. Bersama mitra-mitra internasionalnya, Berlin menyatakan komitmennya untuk mendukung rakyat Suriah dalam membangun kembali negara mereka menuju “masa depan yang bebas” dan “demokratis.”
Sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad, Jerman memang telah mendorong penghapusan sanksi di sejumlah sektor vital, termasuk energi, keuangan, dan transportasi, sebagai bagian dari upaya pemulihan jangka panjang.
Pernyataan dari Berlin tersebut menyusul pengumuman dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang mengatakan bahwa Departemen Keuangan tengah mengambil langkah konkret untuk meringankan sanksi terhadap Suriah.
Keputusan Trump untuk mencabut sanksi diumumkan pada Selasa saat kunjungannya ke Arab Saudi, setelah berkonsultasi dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
Sebagaimana diketahui, Bashar al-Assad melarikan diri ke Rusia pada 8 Desember 2024, mengakhiri hampir seperempat abad kekuasaannya dan menutup era Partai Baath yang telah memerintah sejak 1963. Posisi kepemimpinan transisi kini dipegang oleh Ahmed al-Sharaa, yang sebelumnya memimpin pasukan dalam menggulingkan Assad dan diangkat sebagai presiden sementara pada akhir Januari lalu.