Perang di Timur Tengah yang kian meluas mulai mengguncang pasokan energi dunia, memicu lonjakan harga avtur yang signifikan. Namun, kabar baik bagi Anda yang berencana bepergian dengan pesawat: pemerintah Indonesia telah menyiapkan “sabuk pengaman” fiskal agar harga tiket domestik tidak terbang liar melampaui kantong masyarakat.
Eskalasi konflik antara AS-Israel dengan Iran yang berujung pada penutupan Selat Hormuz telah memicu guncangan hebat pada pasokan energi global. Harga avtur dunia pun ikut mendaki. Meski demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa pemerintah telah menyusun langkah mitigasi strategis agar harga tiket pesawat domestik tetap terjangkau.
Airlangga menjelaskan bahwa avtur merupakan bahan bakar non-subsidi yang harganya sangat sensitif terhadap pasar internasional. Mengingat avtur menyumbang 40% dari biaya operasional maskapai, kenaikan harga global tidak bisa diabaikan begitu saja.
“Arahan Presiden Prabowo Subianto sangat jelas: daya beli masyarakat harus dijaga. Maka, yang kita bentengi habis-habisan adalah harga tiketnya agar tetap masuk akal,” tegas Airlangga di Jakarta, Senin (6/4/2026).
3 Jurus Jitu Penahan Laju Harga Tiket
Untuk menahan lonjakan harga agar tidak membebani penumpang, pemerintah meluncurkan tiga paket insentif sekaligus:
-
Subsidi PPN Rp2,6 Triliun: Pemerintah menggelontorkan stimulus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar Rp1,3 triliun per bulan. Skema ini disiapkan untuk dua bulan ke depan guna memangkas beban biaya tiket secara langsung.
-
Batas Kenaikan Terukur: Pemerintah menetapkan fuel surcharge sebesar 38%, namun dengan syarat ketat: kenaikan harga tiket kelas ekonomi untuk rute domestik hanya diperbolehkan di kisaran 9% hingga maksimal 13%.
-
Bea Masuk Suku Cadang 0%: Untuk meringankan beban perawatan pesawat, pemerintah menghapus bea masuk komponen suku cadang menjadi nol persen. Langkah ini diharapkan mampu menekan biaya operasional maskapai dari sisi pemeliharaan.
Perbandingan Harga: Avtur Indonesia Masih Termurah
Meskipun harga sedang bergejolak, Airlangga memaparkan bahwa harga avtur di tanah air masih jauh lebih kompetitif dibandingkan negara tetangga. Per 1 April 2026, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta berada di angka Rp23.551 per liter. Angka ini jauh di bawah Filipina (Rp25.326) dan Thailand yang menyentuh Rp29.518 per liter.
“Jika kita tidak menyesuaikan secara bijak, harga kita yang kompetitif bisa dimanfaatkan maskapai asing. Namun, fokus kita tetap pada proteksi konsumen domestik,” tambahnya.
Di tengah ketidakpastian jalur logistik Selat Hormuz, Airlangga menenangkan publik dengan menyatakan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) nasional berada dalam kondisi aman dan di atas kecukupan cadangan minimal. Masyarakat diimbau tidak perlu panik karena ketahanan energi dalam negeri masih sangat solid.