JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan mendadak dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Kepresidenan pada Selasa kemarin. Pertemuan tersebut untuk membahas tren kenaikan kasus Covid-19 yang mulai meningkat di Indonesia.
Pemerintah tampak serius menanggapi lonjakan kasus yang dikhawatirkan bisa memperburuk situasi pandemi di dalam negeri.
Lonjakan Kasus Covid-19 Ancaman Baru atau Hanya Gelombang Kecil?
Menkes Budi Gunadi Sadikin tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 15.40 WIB, membawa map berisi laporan krusial tentang perkembangan Covid-19 di Indonesia. Dalam keterangannya kepada awak media, Budi mengungkapkan bahwa kenaikan kasus di Tanah Air sejalan dengan tren global, khususnya akibat subvarian Omicron JN.1.
“Kami memantau bahwa peningkatan kasus di Indonesia masih sangat kecil. Jumlahnya masih di kisaran puluhan kasus dan itu pun sudah terdeteksi oleh sistem pengawasan kami di beberapa lokasi,” katanya.
Meski begitu, Budi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Subvarian Omicron yang dominan ini diklaim tidak mematikan, sehingga situasi masih terkendali. Namun, pertemuan ini menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo dalam memantau situasi pandemi, terutama setelah lonjakan kasus di beberapa negara tetangga.
Selain Covid-19, pertemuan ini juga membahas rencana percepatan pembangunan 66 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe C, yang awalnya ditargetkan selesai dalam 5 tahun, kini dikebut menjadi 2 tahun.
“Dari 32 ini, 16 sudah groundbreaking. Jadi diharapkan bisa selesai tahun ini. Nah sisanya akan di-groundbreaking segera,” ucap Budi.
Langkah ini merupakan bagian dari program “quick win” Prabowo untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di seluruh Indonesia. Dengan anggaran yang sudah disetujui tanpa penambahan, Budi optimistis proyek ini akan menjadi terobosan besar.
Sebagaimana diketahui, Kenaikan kasus Covid-19, meski masih dalam skala kecil, menjadi pengingat bahwa pandemi belum sepenuhnya usai. Pertemuan antara Prabowo dan Menkes menunjukkan komitmen pemerintah untuk tetap waspada sekaligus mempercepat transformasi kesehatan nasional.
Di sisi lain, sorotan terhadap posisi Budi Gunadi mencerminkan dinamika politik yang kian memanas menjelang potensi perombakan kabinet.
Meski kasus Covid-19 meningkat, Menkes Budi menegaskan bahwa situasi masih terkendali dengan subvarian Omicron yang tidak terlalu berbahaya. Sementara itu, ambisi besar membangun 66 RSUD dalam waktu singkat menunjukkan tekad pemerintah untuk memperkuat sistem kesehatan. Publik kini menanti langkah konkret Prabowo, baik dalam menangani pandemi maupun menentukan nasib kabinetnya.