JAKARTA – Pemerintah memastikan penanganan dampak gempa NTT terus dipercepat melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Sejumlah pejabat pemerintah telah diterjunkan ke wilayah terdampak sejak hari pertama untuk memastikan kebutuhan warga segera ditangani.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, M. Qodari, mengatakan respons pemerintah dilakukan sejak bencana terjadi.
“Pemerintah bertindak dengan cepat dan pada hari kejadian, langsung mengirim bantuan. (Presiden) juga menugaskan menteri-menteri, wakil menteri segera ke lokasi, ke lapangan, dan koordinasi terus dilakukan,” ujar Qodari di Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Menurut Qodari, penanganan gempa NTT dibagi menjadi dua tahap utama agar respons darurat berjalan terarah.
Tahap awal diprioritaskan untuk menyelamatkan warga, memenuhi kebutuhan dasar, serta memastikan korban mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Tahap berikutnya diarahkan pada rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah, termasuk pemulihan berbagai fasilitas penting.
“Tahap pertama fokus kepada penanganan korban. Kemudian, penanganan infrastruktur, fasilitas mendasar seperti telekomunikasi, transportasi,” kata Qodari.
Komitmen pemerintah juga terlihat saat sejumlah menteri dan pejabat lembaga menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di wilayah terdampak.
Kehadiran pejabat tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memantau perkembangan penanganan bencana secara langsung di lapangan.
Kepala BNPB Suharyanto bersama Menko PMK Pratikno kemudian meninjau pengungsian korban gempa di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Dalam kunjungan tersebut, keduanya mendengarkan langsung kebutuhan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Pratikno meminta pemerintah daerah segera membentuk satuan tugas khusus untuk memperkuat koordinasi penanganan korban gempa.
“Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi,” ucap Pratikno.
BNPB memastikan kebutuhan pengungsian seperti tenda keluarga, tenda serbaguna, perlengkapan pendukung, dan logistik terus dipenuhi sesuai kondisi lapangan.
Dukungan pangan juga diperkuat melalui koordinasi BNPB dengan Kementerian Sosial untuk mengoperasikan dapur umum bersama Tagana.
Para pengungsi akan memperoleh makanan tiga kali sehari dengan memperhatikan kecukupan gizi selama berada di tempat pengungsian.
Pemerintah turut memperkuat layanan kesehatan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Kesehatan untuk menambah tenaga medis dari sejumlah daerah.
Obat-obatan serta peralatan medis juga disiapkan untuk memastikan warga terdampak gempa NTT tetap memperoleh pelayanan kesehatan.***




