JAKARTA – Sejumlah bencana alam seperti banjir, cuaca ekstrem, dan gempabumi melanda berbagai wilayah Indonesia pada 26–27 September 2025, menyebabkan kerusakan rumah, infrastruktur, hingga pengungsian warga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat melakukan asesmen dan penanganan di lokasi terdampak.
Banjir Landa Parigi Moutong dan Samarinda
Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (27/9) pukul 11.23 WITA memicu banjir di Kelurahan Masigi, Bantaya, Kampal (Kecamatan Parigi), dan Desa Ogoalas (Kecamatan Tinombo). Sebanyak 51 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan satu jembatan penghubung desa di Tinombo putus akibat luapan air.
“Genangan di Kecamatan Parigi sudah surut, namun di Tinombo masih terjadi,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari. Warga di Parigi mulai membersihkan rumah, sementara upaya penanganan di Tinombo terus dilakukan.
Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang menerjang Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada hari yang sama. Sebanyak 34 jiwa di Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, terdampak. Akibatnya, 11 unit rumah dan satu akses jalan rusak. BPBD Samarinda bersama forkopimda langsung melakukan asesmen dan penanganan darurat.
Angin Kencang Rusak Rumah di Deli Serdang
Bencana serupa juga terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (26/9). Angin kencang merusak 19 rumah di Kecamatan Patumbak dan empat rumah di Kecamatan Biru-biru, memengaruhi 22 KK. Dua warga mengungsi ke rumah kerabat, sementara pemerintah desa setempat mendistribusikan bantuan sembako.
“Sebagian warga sudah memperbaiki atap rumah yang rusak dan rumah kembali aman untuk ditinggali,” ujar Abdul Muhari.
Gempa Guncang Tanggamus dan Situbondo
Gempabumi berkekuatan M4.5 mengguncang Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Jumat (26/9). Guncangan terasa kuat di Kecamatan Semaka dan Wonosobo, merusak satu rumah secara berat dan 13 rumah secara ringan, serta memengaruhi 14 KK. BPBD Tanggamus segera berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.
Di Situbondo, Jawa Timur, pascagempa M5.7 pada Kamis (25/9) yang juga terasa hingga Banyuwangi dan Bali, sebanyak 550 jiwa terdampak. Sebanyak 137 rumah rusak, dengan rincian 56 rusak berat, 20 rusak sedang, dan 61 rusak ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa.
“Layanan kesehatan dari puskesmas disiagakan 24 jam, dan dapur umum akan beroperasi selama tiga hari ke depan,” kata Abdul Muhari. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan bantuan material seperti batu bata, semen, dan pasir untuk perbaikan rumah. BNPB juga telah menyalurkan 50 tenda keluarga, satu tenda pengungsi, 200 paket sembako, 100 selimut, 100 matras, dan 100 terpal untuk kebutuhan darurat.
Imbauan BNPB: Waspada Cuaca Ekstrem dan Gempa
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim dan ancaman gempabumi yang bisa terjadi kapan saja. “Siapkan tas siaga bencana dan pantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG,” tegas Abdul Muhari.