JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan pesan penuh makna kepada rakyat Indonesia setelah rumah pribadinya menjadi sasaran penjarahan.
Dalam pernyataannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terpecah meski menghadapi situasi sulit.
“Saya yakin bangsa Indonesia, seluruh rakyatnya ingin terus membangun dan memperbaiki Indonesia dengan damai, gotong royong, dan kerja sama menjaga persatuan. Inilah sumber inspirasi dan kekuatan kita,” unggah Sri Mulyani di akun Instagram, Kamis (4/9).
Di tengah cobaan yang menimpanya, bendahara negara itu menegaskan akan terus menjalankan amanah dengan prinsip kerja keras, kejujuran, transparansi, serta akuntabilitas.
Ia menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan demi Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
“Mari jaga bersama Indonesia. Bekerja, bangkit lagi untuk meneruskan perjuangan mencapai Indonesia adil, makmur, dan sejahtera. Karena saya yakin, tidak ada perjuangan yang sia-sia. Untuk Indonesia,” ucapnya.
Sri Mulyani juga menyampaikan apresiasi atas simpati dan doa yang datang dari berbagai kalangan. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penguat untuk terus berkontribusi bagi bangsa.
Kronologi Penjarahan Rumah Sri Mulyani
Peristiwa penjarahan kediaman pribadi Sri Mulyani terjadi pada Minggu (31/8) dini hari.
Dari keterangan sejumlah warga sekitar, aksi itu berlangsung dalam dua gelombang.
Gelombang pertama dimulai sekitar pukul 01.00 WIB, sementara gelombang kedua terjadi pada pukul 03.00 WIB dengan jumlah massa lebih besar, mayoritas berusia muda.
Kesaksian lain menyebutkan bahwa massa sempat berkumpul di depan Kompleks Jalan Mandar sejak pukul 00.30 WIB sebelum bergerak masuk setelah mendapat aba-aba.
Bahkan, ada yang menyaksikan penggunaan drone oleh kelompok penjarah tersebut.
Usai kejadian, Sri Mulyani menyampaikan permohonan maaf serta komitmen untuk melakukan evaluasi.
Ia menegaskan bahwa membangun bangsa adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat.***