JAKARTA – Data terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi beruntun yang terjadi di wilayah Laut Maluku Selatan pada Jumat, 20 Maret 2026.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena tercatat dalam sistem pemantauan real-time dengan beberapa pembaruan data dalam waktu yang sangat berdekatan.
Gempa utama yang telah terkonfirmasi terjadi pada pukul 11:57:21 WIB dengan magnitudo 4,3 dan kedalaman dangkal 10 kilometer.
Lokasi pusat gempa berada di koordinat 0,45 Lintang Selatan dan 126,68 Bujur Timur atau tepatnya di kawasan Southern Molucca Sea.
BMKG mencatat bahwa aktivitas seismik tidak berhenti pada satu kejadian saja, melainkan diikuti oleh sejumlah gempa susulan dalam hitungan menit.
Pada pukul 11:59:06 WIB, sistem mendeteksi gempa dengan magnitudo 4,58 yang terjadi di kedalaman 10 kilometer dengan jumlah fase terdeteksi sebanyak 15.
Selang kurang dari satu menit, gempa lain kembali terekam pada pukul 11:59:50 WIB dengan magnitudo 4,33 di lokasi yang berdekatan.
Aktivitas berlanjut pada pukul 12:00:51 WIB ketika gempa berkekuatan 4,30 terjadi di kedalaman 25 kilometer dengan jumlah fase mencapai 33.
Tak lama berselang, getaran kembali terdeteksi pada pukul 12:02:02 WIB dengan magnitudo 4,29 di kedalaman 10 kilometer, menunjukkan pola gempa beruntun yang cukup intens.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan maupun potensi tsunami akibat rangkaian gempa tersebut.
Namun demikian, masyarakat di wilayah sekitar Laut Maluku Selatan diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
BMKG juga mengingatkan bahwa aktivitas gempa dengan kedalaman dangkal berpotensi dirasakan meskipun magnitudonya tergolong sedang.
Pemantauan terus dilakukan secara real-time guna memastikan perkembangan kondisi seismik di kawasan tersebut.***