JAKARTA – Kondisi banjir yang melanda Semarang Raya menunjukkan tanda-tanda pemulihan signifikan. Koordinasi intensif antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dan Pusat Data dan Tata Ruang (Pusdataru) berhasil menekan ketinggian genangan air di berbagai titik kritis.
Pemantauan lapangan terbaru mengungkap penurunan muka air yang konsisten. Jalan Raya Kaligawe, salah satu arteri utama yang sebelumnya terendam, kini mulai surut total. Permukaan aspal sudah terlihat jelas dan aman dilalui kendaraan roda dua. Meski demikian, BNPB mengingatkan pengendara untuk tetap waspada terhadap potensi genangan sisa atau lumpur licin di jalur tersebut.
Di Kolam Retensi Terboyo, upaya pompanisasi selama lebih dari lima hari membuahkan hasil gemilang. Ketinggian air turun hingga 65 sentimeter berkat operasi pompa masif oleh BBWS dan BNPB. Pelebaran outlet pembuangan menuju Laut Jawa juga dilakukan dengan pengawasan ketat, memastikan aliran air lancar tanpa hambatan.
Sementara itu, genangan di area pemukiman masih tersisa di 13 kelurahan Kecamatan Genuk. Elevasi air di lokasi ini lebih rendah dibandingkan Kolam Retensi Terboyo Wetan, termasuk di rumah pompa Sringin dan instalasi pompa BNPB di Terboyo Wetan.
TMC BNPB Tekan Curah Hujan hingga 70%, Masuk Hari Ke-8 Operasi
Faktor cuaca turut mendukung percepatan surutnya banjir. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang digelar BNPB sejak delapan hari lalu berhasil menurunkan intensitas hujan hingga 70 persen di Semarang Raya.
Pada Minggu (2/11) ini, tim OMC terus menaburkan bahan semai berupa Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO). Tujuannya mengurai awan hujan potensial, mengalihkan presipitasi ke hulu sungai, waduk, embung, serta aliran dengan elevasi aman. Langkah ini memaksimalkan kerja satgas pompanisasi dan penguatan tanggul di wilayah kota.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan pola curah hujan tahunan. Puncak intensitas diprediksi terjadi pada Januari dan Februari mendatang, sementara November serta Desember masih dalam ambang batas aman.
Imbauan BNPB: Jaga Lingkungan dan Tingkatkan Mitigasi
BNPB menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan banjir berkepanjangan. Warga diminta tidak membuang sampah sembarangan ke sungai atau saluran air, memperbanyak ruang resapan, melakukan normalisasi selokan pemukiman, serta rutin memantau prakiraan cuaca dari BMKG.
Kepada pemerintah daerah, BNPB mendorong penguatan mitigasi bencana dan kapasitas masyarakat. Banjir Semarang bukan sekadar masalah genangan, melainkan akumulasi isu tata ruang, perencanaan pembangunan, dan koordinasi antarinstansi yang masih perlu diperbaiki secara menyeluruh.
Dengan tren positif ini, pemulihan Semarang Raya diharapkan berlanjut. Pantau terus update banjir Semarang, TMC BNPB, dan prakiraan cuaca Jawa Tengah untuk informasi terkini.