JAKARTA — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 mencatat momentum positif dengan laju 5,04 persen (y-on-y), menandakan perbaikan kinerja ekonomi nasional yang lebih kuat dibandingkan periode sama tahun lalu.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa perekonomian nasional tumbuh lebih cepat dibandingkan kuartal III 2024 yang hanya mencapai 4,95 persen.
“Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,04 persen (y-on-y) pada triwulan-III 2025, lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 4,95 persen,” ungkap Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/11).
Peningkatan signifikan juga terjadi pada belanja pemerintah yang kembali mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 5,49 persen (y-on-y) setelah sempat mengalami kontraksi 1,38 persen pada kuartal sebelumnya, memperkuat sinyal pemulihan fiskal di tengah dorongan belanja publik.
Selain itu, ekspor Indonesia tumbuh impresif hingga 9,91 persen (y-on-y), menjadi salah satu motor penggerak utama yang menopang pertumbuhan ekonomi, bersama dengan investasi (PMTB) dan konsumsi pemerintah yang kembali pulih.
BPS mencatat hampir seluruh komponen PDB berdasarkan pengeluaran menunjukkan kinerja lebih solid dibandingkan kuartal sebelumnya, memperlihatkan bahwa mesin ekonomi nasional mulai bekerja lebih efisien menjelang akhir tahun.
Tren ini memberi harapan baru bahwa perekonomian Indonesia akan semakin menguat pada kuartal IV 2025, mengingat secara historis, periode akhir tahun biasanya didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan percepatan realisasi anggaran pemerintah.
Dengan sinergi belanja pemerintah, ekspor, dan investasi yang semakin positif, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju akhir tahun diperkirakan tetap terjaga di atas 5 persen.***