JAKARTA – Nama dr. Benjamin Paulus Octavianus mendadak jadi sorotan publik setelah dirinya terlihat memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/10/2025) siang, menjelang pelantikan kabinet baru oleh Presiden Prabowo Subianto.
Kedatangan dokter spesialis paru yang dikenal berkarier di dunia medis dan politik itu memunculkan spekulasi bahwa ia akan dilantik sebagai Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI.
Sekitar pukul 14.10 WIB, Benjamin tampak datang mengenakan jas warna gelap dan dasi biru muda, tampil tenang meski awak media ramai menyorotinya.
Saat dimintai konfirmasi terkait kabar pelantikan, ia memilih tak banyak bicara dan hanya menanggapi dengan singkat.
“Entar lagi saja lihat. Saya enggak mau mendahului ya,” ucap politikus Partai Gerindra itu kepada wartawan di Istana.
Benjamin menegaskan dirinya hanya datang karena mendapat panggilan resmi dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Ia menyebut tak mengetahui secara pasti maksud undangan tersebut, termasuk soal rumor penggantian posisi Wamenkes Dante Saksono Harbuwono.
“Saya enggak tahu, saya cuma dipanggil tadi Pak Teddy sekretaris kabinet tolong datang setengah 3,” ujarnya.
Di sisi lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengonfirmasi adanya agenda pelantikan pejabat baru di lingkungan Kementerian Kesehatan, namun enggan membeberkan detailnya.
“Ya saya kan rencananya ada wamen,” kata Budi kepada awak media di Istana Kepresidenan, Rabu siang.
Namun ketika ditanya apakah Benjamin adalah sosok yang akan dilantik, Budi hanya tersenyum sambil melambaikan tangan. “Belum tahu,” tegasnya.
Profil Lengkap Benjamin Paulus Octavianus
dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR lahir di Malang pada 13 September 1963.
Ia merupakan putra dari tokoh gerejawi terkemuka, Pdt. Dr. Petrus Octavianus, pendiri Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) di Batu, Malang, Jawa Timur.
Latar belakang keluarga religius inilah yang membentuk karakter Benjamin sebagai pribadi disiplin, humanis, dan berintegritas.
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) tahun 1994 ini melanjutkan pendidikan spesialisasi paru di Universitas Brawijaya dan meraih gelar spesialis pulmonologi pada 2004.
Ia tercatat sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).
Dalam karier medisnya, Benjamin pernah berpraktik di sejumlah rumah sakit ternama seperti RS Cengkareng, RS Royal Taruma, dan RS Graha Kedoya di Jakarta.
Selain itu, ia juga dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri Pertahanan bidang kesehatan, menunjukkan keahliannya dalam mendukung kebijakan kesehatan nasional dari aspek pertahanan negara.
Keterlibatan Benjamin dalam dunia politik dimulai pada 2009, ketika ia bergabung dengan Partai Gerindra dan dipercaya sebagai Ketua Departemen Kesehatan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Ia dikenal sebagai penggagas Badan Kesira — sayap kesehatan Gerindra yang berfokus pada layanan kesehatan masyarakat kurang mampu.
Melalui program ini, Benjamin aktif menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi publik tentang pencegahan penyakit menular.
Selama pandemi COVID-19, Benjamin menjadi salah satu figur medis yang vokal dalam menyuarakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menekan penyebaran virus.
Pengalamannya di bidang kesehatan masyarakat menjadikannya sosok yang dipercaya untuk mengisi posisi strategis di kabinet pemerintahan Prabowo.
Penunjukannya sebagai Wakil Menteri Kesehatan pada Oktober 2025 dianggap sebagai kelanjutan logis dari kiprahnya yang panjang di bidang medis dan pelayanan publik.
Dengan pengalaman klinis dan politik yang seimbang, Benjamin diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam reformasi layanan kesehatan nasional.
dr. Benjamin Paulus Octavianus bukan sekadar seorang dokter paru, melainkan figur inspiratif yang memadukan kompetensi profesional dengan semangat pengabdian.
Perjalanan kariernya mencerminkan dedikasi dan visi besar untuk mewujudkan sistem kesehatan Indonesia yang lebih inklusif, tangguh, dan berkeadilan sosial.***