JAKARTA – Rilis dokumen baru terkait Jeffrey Epstein kembali memicu kontroversi di dunia maya. Sejumlah arsip yang dibagikan Departemen Kehakiman AS itu berisi jutaan halaman surat-menyurat, catatan keuangan, hingga gambar, yang menggambarkan luasnya jaringan Epstein dengan politisi, tokoh bisnis, dan keluarga kerajaan.
Salah satu klaim yang mencuat adalah dugaan email antara Ariane de Rothschild dan Epstein yang menyinggung masa muda Adolf Hitler di Wina, disebut tinggal di penampungan yang konon didanai keluarga Rothschild. Arsip lain menyoroti komunikasi tahun 2017 antara Bill Gates dan Epstein mengenai “simulasi pandemi”, yang kini kembali diperdebatkan sebagai skenario awal sebelum COVID-19.
Nama besar lain juga terseret. Dokumen menyebut Robert Maxwell, ayah Ghislaine Maxwell, pernah menuntut 400 juta poundsterling dari Mossad dan digambarkan sebagai “duta besar tidak resmi” Israel di Blok Soviet. Kematian Maxwell pada 1991 di kapal pesiarnya masih menimbulkan spekulasi.
Elon Musk Akui belum pernah ke pulau Epstein
Dilansir dari Hurriyet Daily News, Selasa (3/2/2025), Elon Musk mengakui adanya korespondensi terbatas namun menegaskan tidak pernah menerima undangan ke pulau Epstein. Howard Lutnick menyebut hanya pernah mengatur makan malam pada 2012. Arsip juga menyinggung rencana Epstein terkait aset Libya pasca jatuhnya Muammar Gaddafi, dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar AS.
Nama Emmanuel Macron, Vladimir Putin, hingga Volodymyr Zelenskyy turut muncul dalam catatan, menambah dimensi politik internasional dari berkas tersebut. Anggota Kongres AS, Ro Khanna, menilai baru separuh dokumen yang dirilis, namun cukup untuk mengguncang opini publik.