JAKARTA – Pemerintah kembali menggulirkan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 sebagai upaya memperkuat perlindungan kesehatan anak usia sekolah dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
Program yang dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah ini menyasar siswa sekolah dasar dan sederajat dengan pemberian vaksin sesuai kelompok usia dan jadwal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.
Pelaksanaan BIAS menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjaga cakupan imunisasi tetap tinggi setelah beberapa tahun terakhir pemerintah terus mendorong pemulihan layanan kesehatan dasar.
Selain memberikan perlindungan individu, program ini juga bertujuan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga risiko penyebaran penyakit menular di lingkungan sekolah dapat ditekan.
BIAS Jadi Program Imunisasi Rutin Nasional
Bulan Imunisasi Anak Sekolah merupakan program imunisasi rutin yang telah lama dijalankan pemerintah melalui kerja sama antara Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, sekolah, puskesmas, serta tenaga kesehatan.
Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan sekolah agar proses imunisasi dapat menjangkau lebih banyak anak secara efektif.
Dalam pelaksanaannya, petugas kesehatan akan mendatangi sekolah untuk memberikan vaksin kepada siswa yang menjadi sasaran.
Sebelum imunisasi dilakukan, orang tua maupun wali murid umumnya akan memperoleh informasi mengenai jenis vaksin, manfaat, serta jadwal pelaksanaan dari pihak sekolah maupun fasilitas kesehatan setempat.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mencapai target imunisasi nasional sekaligus mengurangi risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.
Jenis Vaksin yang Diberikan Sesuai Usia
Pada pelaksanaan BIAS 2026, jenis vaksin yang diberikan disesuaikan dengan kelompok kelas dan usia peserta didik.
Berdasarkan jadwal imunisasi nasional, siswa kelas 1 sekolah dasar umumnya akan memperoleh vaksin campak-rubella (MR) dan vaksin difteri, tetanus, serta pertusis (DT).
Sementara itu, siswa kelas 2 dan kelas 5 SD menjadi sasaran pemberian vaksin tetanus dan difteri (Td) sebagai imunisasi lanjutan untuk mempertahankan kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.
Seluruh vaksin yang digunakan dalam program BIAS telah melalui proses evaluasi keamanan dan mutu oleh otoritas kesehatan.
Pemerintah menegaskan bahwa vaksin yang diberikan aman, halal, dan telah memenuhi standar yang berlaku.
Mencegah Penyakit yang Berisiko pada Anak
Imunisasi menjadi salah satu langkah paling efektif dalam mencegah berbagai penyakit menular yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius pada anak.
Penyakit seperti campak, rubella, difteri, tetanus, hingga pertusis masih dapat ditemukan apabila cakupan imunisasi menurun.
Campak, misalnya, dapat menyebabkan komplikasi berupa pneumonia, diare berat, hingga radang otak. Sementara rubella berisiko menimbulkan kelainan bawaan serius apabila menginfeksi ibu hamil.
Di sisi lain, difteri merupakan penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebabkan penyumbatan jalan napas hingga kematian apabila tidak segera ditangani.
Sedangkan tetanus menyerang sistem saraf dan menyebabkan kekakuan otot yang dapat membahayakan jiwa.
Melalui pemberian imunisasi secara lengkap, risiko anak mengalami penyakit-penyakit tersebut dapat ditekan secara signifikan.
Peran Orang Tua Sangat Penting
Keberhasilan pelaksanaan BIAS tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan dan sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan penuh dari orang tua.
Orang tua diharapkan memahami manfaat imunisasi serta memastikan anak berada dalam kondisi sehat saat jadwal vaksinasi berlangsung.
Apabila anak sedang mengalami demam tinggi atau kondisi medis tertentu, orang tua dianjurkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas kesehatan agar dapat ditentukan waktu imunisasi yang paling tepat.
Selain itu, komunikasi yang baik antara sekolah, tenaga kesehatan, dan keluarga menjadi faktor penting untuk meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus mengurangi keraguan masyarakat terhadap vaksin.
Upaya Menjaga Generasi Sehat
Pemerintah menilai imunisasi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang sehat dan produktif.
Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, angka kesakitan akibat penyakit menular dapat ditekan sehingga anak-anak dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.
Program BIAS juga menjadi pelengkap dari imunisasi dasar lengkap yang telah diterima anak sejak bayi.
Kekebalan tubuh terhadap beberapa penyakit dapat menurun seiring bertambahnya usia sehingga diperlukan imunisasi lanjutan pada usia sekolah.
Melalui pelaksanaan BIAS 2026, pemerintah berharap seluruh anak yang menjadi sasaran dapat memperoleh imunisasi sesuai jadwal.
Partisipasi aktif sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua menjadi kunci agar program ini berjalan optimal serta mampu melindungi anak Indonesia dari penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.***


