JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat pada Minggu malam, 22 Maret 2026.
Peringatan cuaca ekstrem ini mencakup potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam rentang waktu yang berbeda di beberapa daerah.
Kondisi atmosfer yang tidak stabil pada malam hari menjadi faktor utama meningkatnya potensi hujan intensitas tinggi yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Di wilayah Kabupaten Bekasi, hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang diperkirakan terjadi mulai pukul 20.55 hingga 23.00 WIB di sejumlah kecamatan seperti Karang Bahagia, Bojongmangu, Sukatani, Tambun Utara, Cibitung, hingga Cikarang Pusat dan Setu.
Sementara itu, wilayah Kabupaten Bogor diprediksi mulai terdampak cuaca ekstrem sejak pukul 21.05 WIB hingga 23.00 WIB dengan cakupan area yang luas, termasuk Klapanunggal, Cileungsi, Citeureup, hingga kawasan pegunungan seperti Cisarua dan Megamendung.
Di Kota Bogor, seluruh wilayah administratif mulai dari Bogor Timur hingga Tanah Sareal juga masuk dalam zona potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan hembusan angin kencang pada waktu yang sama.
Sedangkan di Kabupaten Tangerang, peringatan dini mencakup wilayah Kelapa Dua, Legok, Curug, Jambe, hingga Panongan dengan periode kejadian yang diprediksi berlangsung antara pukul 21.05 hingga 23.00 WIB.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas luar ruangan akibat cuaca ekstrem yang terjadi secara tiba-tiba.
Selain itu, pengguna jalan juga diminta berhati-hati karena jarak pandang dapat menurun drastis saat hujan lebat disertai angin kencang.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat sehingga masyarakat diharapkan terus memantau pembaruan informasi resmi guna mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.***