BANTEN – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggandeng PT PLN Indonesia Power untuk memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus mendorong ekonomi desa melalui peluncuran workshop pembuatan paving blok di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Program ini menjadi bagian dari implementasi *Desa Siapsiaga*, sebuah inisiatif yang mengintegrasikan upaya pencegahan radikalisme dengan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Kepala BNPT, Eddy Hartono menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan tidak semata fokus pada aspek keamanan, tetapi juga penguatan kesejahteraan masyarakat desa.
“Program Desa Siapsiaga ini membangun deteksi dini berbasis komunitas di samping memperkuat ketahanan warga dari ancaman bahaya paham radikal terorisme sekaligus melakukan pemberdayaan ekonomi desa berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
BNPT menilai keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi antar lembaga. Karena itu, kolaborasi dengan sektor industri seperti PLN Indonesia Power menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.
Eddy menyebut kerja sama tersebut diarahkan untuk memastikan kegiatan workshop tidak hanya bersifat pelatihan, tetapi mampu berkembang menjadi unit usaha produktif.
“Oleh sebab itu kami BNPT melalui Desa Siapsiaga bekerjasama dengan PLN Indonesia Power supaya workshop ini bisa membangun ekosistem perekonomian,” katanya.
Bagian dari Program Nasional
Lebih lanjut, program ini merupakan kelanjutan dari peluncuran Desa Siapsiaga pada Desember 2025 yang melibatkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Inisiatif tersebut juga masuk dalam agenda pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
“Ini menjadi program implementasi Bapak Presiden Prabowo yang dituangkan dalam RPJMN tahun 2025–2029 dimana kita melakukan sinergi pertahanan dan keamanan untuk melakukan pencegahan dan juga membangun dari desa,” jelasnya.
Manfaatkan Limbah Jadi Produk Bernilai
Workshop paving blok ini dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Menes Manis dengan memanfaatkan *fly ash* dan *bottom ash* (FABA), yakni limbah hasil pembakaran batu bara dari PLTU Labuan milik PLN.
Produk yang dihasilkan bahkan telah mendapatkan pesanan awal dalam jumlah besar, menandakan potensi ekonomi yang menjanjikan.
Senior Manager PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit (UBP) PLTU Banten 2, Wisnu Kurniawan, menyatakan komitmen pihaknya dalam mendukung program tersebut.
“Kami dari PT Indonesia Power mendukung penuh program desa Siapsiaga dari BNPT dalam hal ini, Kami mendukung pembangunan workshop pembuatan paving blok dimana paving blok ini memanfaatkan limbah pembakaran batu bara dari PLTU Labuan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan FABA tidak hanya berdampak pada pengurangan limbah, tetapi juga meningkatkan kualitas produk paving blok.
“Limbah ini berupa fly us dan bottom us yang bermanfaat sekali untuk meningkatkan kualitas produk dari paving blok yang dibuat,” tambahnya.
Disambut Positif Pemerintah Daerah
Program ini juga mendapat respons positif dari pemerintah setempat. Camat Menes, Usep Sudarmana, menilai inisiatif tersebut sebagai peluang baru bagi masyarakat.
“Ini merupakan angin segar untuk kita semua. Mudah-mudahan setelah ini, workshop ini bisa berjalan sesuai harapan kita semua yaitu membantu pemberdayaan masyarakat Menes,” katanya.
Perkuat Ketahanan Sosial dan Ekonomi
Melalui kolaborasi antara BNPT, PLN Indonesia Power, pemerintah daerah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial dari ancaman radikalisme sekaligus menciptakan sumber ekonomi baru berbasis potensi lokal.
Selain meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ideologi ekstrem, pendekatan ini juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja di tingkat desa secara berkelanjutan.