CALIFORNIA, AS – Insiden kebakaran dahsyat melanda kilang minyak Chevron di El Segundo, California, Amerika Serikat, pada Jumat (3/10/2025), mengguncang wilayah pesisir selatan Bandara Internasional Los Angeles.
Peristiwa ini, yang menimpa fasilitas pengolahan minyak terbesar di Pantai Barat AS, memicu kekhawatiran sementara, meski belum ada laporan korban jiwa hingga saat ini.
Kebakaran tersebut cepat menyebar, memicu video amatir yang viral di media sosial, di mana warga setempat membagikan rekaman asap hitam mengepul pekat dari kompleks industri tersebut. Kilang Chevron El Segundo, yang dikenal sebagai pusat pengolahan utama di wilayah tersebut, mampu memproses lebih dari 276.000 barel minyak mentah setiap hari, menjadikannya aset krusial bagi pasokan energi regional.
Menurut laporan dari Agence France-Presse (AFP), tim pemadam kebakaran setempat langsung dikerahkan untuk memadamkan api. Upaya penanganan berhasil membatasi kerusakan pada satu area spesifik kilang, meskipun penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan mendalam oleh otoritas setempat. Belum ada pernyataan resmi dari pihak Chevron terkait dampak operasional atau estimasi kerugian finansial, tetapi insiden ini berpotensi mengganggu rantai pasok bahan bakar di California selatan.
Dalam respons cepat, Anggota Dewan Kabupaten Los Angeles (LA) Holly Mitchell memberikan keterangan menenangkan kepada publik.
“Kebakaran telah diatasi dan tidak ada alasan untuk panik bagi warga El Segundo atau wilayah sekitarnya,” kata Mitchell, Jumat (3/10/2025).
Peristiwa ini menyoroti kerentanan infrastruktur energi terhadap risiko kebakaran, terutama di tengah cuaca kering khas California yang sering memicu insiden serupa. Otoritas lingkungan setempat kini memantau potensi polusi udara akibat asap dari kebakaran, sementara warga diimbau tetap waspada terhadap update resmi.
Kilang minyak Chevron di El Segundo telah menjadi pilar ekonomi lokal sejak lama, menyumbang lapangan kerja bagi ribuan pekerja dan mendukung distribusi bahan bakar ke seluruh Pantai Barat.