JAKARTA â Kegagalan Italia menembus Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Setelah Presiden Federasi Sepakbola Italia (FIGC) Gabriele Gravina resmi mundur, Gianluigi Buffon menyusul dengan melepaskan jabatan sebagai Ketua Delegasi Timnas Italia.
Gli Azzurri harus mengubur mimpi tampil di ajang bergengsi itu setelah kalah 1-4 dari Bosnia dan Herzegovina lewat adu penalti di final play-off. Laga berakhir imbang 1-1 selama 120 menit sebelum ditentukan lewat drama tos-tosan. Kekalahan ini membuat Italia tiga kali beruntun absen dari Piala Dunia, setelah sebelumnya gagal lolos pada edisi 2018 dan 2022. Terakhir kali Italia tampil di Piala Dunia adalah pada 2014, sebuah catatan yang memalukan bagi negara dengan koleksi empat trofi.
Buffon, yang menjabat sejak musim panas 2023, mengumumkan pengunduran dirinya melalui unggahan di Instagram. Ia mengaku sempat ingin mundur segera setelah laga melawan Bosnia, namun menahan diri hingga Gravina resmi melepas jabatannya.
âMengundurkan diri tepat setelah pertandingan melawan Bosnia berakhir adalah tindakan mendesak, tindakan yang datang dari lubuk hati saya. Sespontan air mata yang mengalir di hati saya, dan yang saya tahu saya rasakan bersama kalian semua,â tulis Buffon.
âSekarang setelah Presiden Gravina memilih untuk mundur, saya merasa bebas untuk melakukan apa yang saya rasa sebagai tindakan yang bertanggung jawab. Terlepas dari keyakinan tulus saya bahwa saya telah membangun begitu banyak hal dalam hal semangat tim bersama Rino Gattuso dan semua kolaborator saya dalam waktu yang sangat singkat. Tujuan utamanya adalah membawa Italia kembali ke Piala Dunia dan kami tidak berhasil,â lanjutnya.
Pengunduran diri Buffon menambah daftar tokoh penting yang lengser akibat kegagalan Italia, menegaskan betapa besar dampak absennya Gli Azzurri dari panggung Piala Dunia 2026.