JAKARTA – Perum Bulog akan memperluas operasi pasar nasional demi menjaga stabilitas harga beras.
Data BPS menunjukkan harga beras turun di 197 daerah, namun naik di 62 kabupaten dan kota.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan intervensi dilakukan secara terarah.
Operasi pasar digelar di wilayah dengan harga di atas HET guna menekan lonjakan harga.
Enam provinsi prioritas meliputi Jabar, Jateng, DKI, Bali, Kalsel, dan NTT.
“Bulog terus melakukan operasi pasar dan distribusi beras SPHP di daerah yang terpantau naik.”
“Kami juga berkoordinasi memastikan masyarakat mendapat beras berkualitas sesuai HET,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/10/2025).
Tim Satgas Harga Beras kini memantau 132 titik di 90 kabupaten dari 20 provinsi berbeda.
Sebanyak 41 wilayah masih di bawah HET untuk kategori beras medium berdasarkan hasil pantauan.
Sementara harga beras premium di 36 daerah masih stabil di bawah ketentuan HET nasional.
Daerah dengan kenaikan tipis jadi prioritas intervensi dan pengawasan lintas sektor intensif.
Bulog juga menyalurkan beras SPHP berdasarkan zonasi harga yang diatur oleh Bapanas pusat.
Zona 1 Rp12.500/kg meliputi Jawa, Bali, Lampung, Sumsel, NTB, dan wilayah Sulawesi.
Zona 2 Rp13.100/kg mencakup Sumatera lain, Kalimantan, serta kawasan Nusa Tenggara Timur.
Zona 3 Rp13.500/kg ditetapkan bagi wilayah Maluku dan Papua dengan stok memadai.
Langkah Bulog diharapkan menjaga pasokan beras nasional tetap stabil hingga akhir tahun.***