JAKARTA – Perasaan insecure adalah rasa ragu terhadap kemampuan dan pencapaian diri sendiri. Perasaan ini wajar dirasakan oleh siapa saja, terutama Gen Z yang sedang berada dalam fase pencarian jati diri. Biasanya, penyebab insecure disebabkan oleh kebiasaan memandingkan diri dengan orang lain, baik secara fisik maupun pencapaian pribadi.
Dampak insecure bisa fatal. Apalagi jika dibiarkan berlarut-larut. Dalam jangka panjang, perasaan ini dapat memicu depresi dan gangguan kecemasan.
Salah satu cara untuk meredam rasa insecure adalah dengan membaca buku-buku bergenre self-help yang relevan dan tepat sasaran. Berikut lima rekomendasi buku yang patut dibaca sebagai cara mengatasi insecure.
1. Atomic Habits
Tidak jarang kita merasa insecure karena merasa tertinggal dibandingkan pencapaian orang lain. Melalui bukunya Atomic Habits, James Clear memberikan sudut pandang berbeda terhadap persoalan ini.
Ia mengajak kita berhenti membandingkan diri dengan orang yang sudah memiliki progres jauh lebih besar. Sebaliknya, fokuslah pada progres kecil dalam hidup yang dilakukan secara konsisten, meskipun hanya sebesar 1%. Ketika kita mampu konsisten menjalani progres kecil tersebut, kompetensi dan kepercayaan diri perlahan akan tumbuh.
2. Seni untuk Bersikap Bodo Amat
Hidup di tengah masyarakat tak terlepas dari stigma dan penilaian orang lain yang sering kali memicu rasa insecure. Dalam bukunya SebuaSeni untuk Bersikap Bodo Amat, Mark Manson menjelaskan bahwa kita tidak memiliki cukup waktu dan energi untuk mempedulikan segala hal, termasuk penilaian orang lain terhadap diri kita.
Kita perlu belajar memilah hal-hal yang memang layak untuk dipedulikan. Selain itu, fokuslah pada hal-hal yang bisa kita kontrol, bukan pada hal-hal di luar kendali kita seperti omongan orang lain.
3. Filosofi Teras
Nasihat untuk menghadapi rasa insecure ternyata tidak hanya lahir di era modern, tetapi sudah ada sejak Yunani kuno. Buku Filosofi Teras memperkenalkan filsafat Stoikisme dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Salah satu konsep penting yang ditawarkan adalah “dikotomi kendali”, yakni kemampuan memilah hal-hal yang bisa dan tidak bisa kita kendalikan. Dengan menerapkan konsep ini, hidup akan terasa lebih tenang dan kita dapat lebih fokus pada perkembangan diri sendiri.
4. Emotional Intelligence
Jika tiga buku sebelumnya menawarkan solusi praktis, Emotional Intelligence mengajak pembaca untuk memahami dan mendalami rasa insecure itu sendiri.
Melalui buku ini, kita diajak menyadari bahwa rasa insecure sering kali berasal dari emosi yang tidak teridentifikasi dengan baik. Misalnya, rasa takut yang tersembunyi di balik gengsi atau tuntutan terhadap diri sendiri.
5. Berani Tidak Disukai
Buku ini menjelaskan bahwa kebahagiaan dan kebebasan sejati hanya bisa dicapai ketika kita melepaskan diri dari ekspektasi orang lain. Selain itu, buku ini menekankan bahwa banyak persoalan manusia berakar dari masalah interpersonal.
Dengan membaca buku ini, kita tidak perlu lagi merasa insecure ketika tidak disukai oleh orang lain. Yang terpenting adalah menjalani hidup sesuai dengan prinsip yang kita miliki.
Demikian lima buku yang layak dibaca ketika berhadapan dengan rasa insecure. Setelah membacanya, jangan lupa untuk mempraktikkan isi buku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pada akhirnya, buku-buku ini hanyalah pengantar untuk membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik.





