JAKARTA – Garand Prix Hungaria 2025 menjadi panggung istimewa bagi Charles Leclerc. Dengan merebut pole position ke-27 dalam kariernya, pembalap asal Monako tak hanya menegaskan reputasinya sebagai salah satu spesialis kualifikasi terbaik Formula 1, tetapi juga menyamai rekor bersejarah milik Michael Schumacher: lima musim berturut-turut mencetak setidaknya satu pole position.
Sejak 2021, Leclerc secara konsisten menempatkan Ferrari pada posisi start terdepan minimal sekali tiap musim. Pencapaian ini menempatkannya sejajar dengan Schumacher, satu-satunya pembalap lain yang berhasil melakukannya sepanjang era dominannya bersama tim asal Maranello. Meski sempat mengalami musim sulit pada 2020, Leclerc bangkit dengan performa solid selama lima tahun terakhir.
Rekor tersebut menjadi lebih dari sekadar angka. Ia mencerminkan konsistensi dan kecepatan luar biasa Leclerc dalam sesi kualifikasi, sekaligus membawanya mendekati daftar 10 besar pole-sitter sepanjang masa di F1. Yang lebih penting, pembalap berusia 27 tahun itu tengah membangun warisan panjang bersama Ferrari—sebuah upaya untuk mengukir namanya di antara legenda tim seperti Schumacher dan Raikkonen.
Bayang-Bayang Schumacher dan Jalan Menuju Gelar
Dengan 27 pole position untuk Ferrari, Leclerc kini menjadi pembalap kedua dengan pole terbanyak dalam sejarah tim, di bawah Schumacher yang masih jauh di depan dengan 58 pole. Namun perbedaan mencolok terletak pada rasio konversi: Schumacher meraih 34 kemenangan dari posisi terdepan, sementara Leclerc baru mengubah lima dari 27 pole menjadi kemenangan.
Kendala teknis, strategi yang keliru, dan performa mobil yang inkonsisten kerap menghalangi langkah Leclerc. Meski demikian, ia terus menunjukkan semangat juang tinggi, seperti saat tampil kompetitif di musim 2022 dengan mobil yang kuat di awal tahun, dan musim 2024 ketika mampu bersaing meski performa mobil tidak dominan.
Statistik Pole Position Leclerc Bersama Ferrari:
| Tahun | Jumlah Pole | Pole Dikonversi Jadi Kemenangan |
|---|---|---|
| 2019 | 7 | 2 |
| 2020 | 0 | 0 |
| 2021 | 2 | 0 |
| 2022 | 9 | 2 |
| 2023 | 5 | 0 |
| 2024 | 3 | 1 |
| 2025 | 1 | 0 |
Naik Peringkat dan Cetak Rekor Baru
Leclerc juga mencatat tonggak penting lainnya di Hungaria, yakni menyalip Felipe Massa sebagai pembalap Ferrari dengan jumlah Grand Prix terbanyak ketiga. Jika konsisten sepanjang musim, ia diperkirakan akan melampaui Kimi Raikkonen dan menempati posisi kedua di belakang Schumacher yang mencatatkan 180 balapan bersama tim.
Warisan Leclerc di Maranello tak hanya tercermin lewat angka, tetapi juga dedikasi dan komitmennya kepada tim yang telah mengalami puasa gelar sejak Kimi Raikkonen juara dunia pada 2007.
Misi Besar: Kembalikan Ferrari ke Puncak Dunia
Ambisi utama Leclerc tetap tak berubah: meraih gelar juara dunia bersama Ferrari. Ia menyadari bahwa tantangan di tim legendaris seperti Ferrari jauh melampaui statistik kualifikasi. Tim asal Italia itu telah terlalu lama menanti kejayaan, dan Leclerc kini menjadi simbol harapan mereka.
Setiap pole, setiap balapan yang ia jalani, memperkuat ikatan emosionalnya dengan Ferrari dan tifosi. Leclerc tengah menulis kisahnya sendiri dalam buku sejarah F1—dalam warna merah legendaris yang selalu menuntut kesempurnaan dan kemenangan.