JAKARTA – Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, pemerintah China mengeluarkan peringatan tegas kepada warganya yang berada di Israel untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan serangan udara.
Serangan tersebut dapat berupa misil maupun drone, seiring situasi keamanan yang diklaim semakin tidak menentu dan berisiko tinggi.
Pada Jumat (waktu setempat), Kedutaan Besar China di Israel menyampaikan imbauan agar seluruh warga Tiongkok yang berada di negara itu memperketat langkah pengamanan pribadi.
Mereka diminta tidak keluar rumah tanpa alasan mendesak serta menjauhi wilayah yang berdekatan dengan instalasi militer dan fasilitas strategis.
Dalam pernyataannya, kedutaan menyatakan bahwa “situasi keamanan di lapangan sangat kompleks dan serius.”
Sementara itu, langkah serupa juga diambil oleh Kedutaan Besar China di Iran.
Dalam peringatan terpisah, warga negara dan perusahaan asal China yang beroperasi di Iran diminta untuk waspada terhadap dinamika keamanan yang cepat berubah dan meningkatkan kesiagaan terhadap potensi gangguan.
Kondisi di Israel sendiri kini telah memasuki status siaga tinggi. Pihak militer mengumumkan bahwa sistem pertahanan sipil telah ditingkatkan ke level “aktivitas esensial” sebagai langkah antisipasi atas kemungkinan eskalasi konflik.
“Pedoman yang berlaku mencakup: larangan kegiatan pendidikan, perkumpulan massa, dan aktivitas tempat kerja, kecuali untuk layanan atau bisnis yang bersifat esensial,” demikian pernyataan militer.
Sebagai bagian dari langkah pengamanan nasional, Kementerian Transportasi Israel juga menutup seluruh akses udara—baik kedatangan maupun keberangkatan pesawat—hingga ada pemberitahuan selanjutnya.
Langkah ini menegaskan bahwa kondisi di wilayah tersebut masih sangat tidak stabil dan penuh ketidakpastian.
Situasi ini menandai babak baru dalam peningkatan ketegangan antara berbagai aktor regional, yang turut mendorong negara-negara seperti China mengambil langkah pencegahan terhadap risiko yang mungkin menimpa warganya di luar negeri.
Imbauan ini juga mencerminkan kekhawatiran internasional akan eskalasi konflik yang dapat meluas dan berdampak pada keamanan global.***