Live Program Jelajah UHF Digital

Covid-19 Di Singapura Meningkat 75% Jadi 56 Ribu Penderita

Singapura menghadapi peningkatan dramatis kasus COVID-19 yang semakin mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan Singapura baru-baru ini melaporkan peningkatan kasus COVID-19 di negara tersebut menjadi 56.043, mencatat kenaikan sebesar 75 persen dari jumlah sebelumnya yang hanya 32.035.

Tidak hanya itu, jumlah pasien yang dirawat inap harian akibat COVID-19 juga mengalami peningkatan signifikan, melonjak dari 225 menjadi 350 orang per hari. Sementara itu, kasus COVID-19 yang memerlukan perawatan intensif di unit perawatan intensif (ICU) juga meningkat dari 4 menjadi 9 kasus.

Lonjakan ini sebagian besar disebabkan oleh varian COVID JN.1, yang merupakan sublineage dari varian BA.2.86. Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan lonjakan kasus yang lebih serius, Kementerian Kesehatan Singapura mendorong warga untuk selalu menggunakan masker saat berada di luar ruangan atau bepergian.

“Pada saat ini, berdasarkan data lokal dan internasional yang tersedia, belum ada indikasi yang jelas apakah BA.2.86 atau JN.1 lebih menular atau menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan varian lain yang beredar,” kata Kementerian Kesehatan Singapura seperti dilansir dari Channel News Asia pada Minggu (17/12/2023).

Tidak hanya Singapura, varian COVID-19 JN.1 juga telah terdeteksi di beberapa negara lain. Pada bulan September lalu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat mengumumkan kemunculan varian JN.1 dan masih terus memantau ketat aktivitas dan penyebarannya.

“Saat ini, kami masih belum mengetahui sejauh mana dampak JN.1 pada lonjakan kasus yang ada. CDC akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap aktivitas COVID-19 dan penyebaran JN.1,” tulis CDC dalam laporannya.

Ketika mengenai gejala COVID JN.1, masih belum diketahui apakah JN.1 atau BA.2.86 dapat menyebabkan gejala khas yang berbeda dari varian COVID-19 lainnya. Beberapa gejala yang telah diidentifikasi pada pasien COVID-19 varian JN.1 antara lain radang tenggorokan, penyumbatan hidung, batuk, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, demam, menggigil, dan kehilangan kemampuan mencium bau atau merasa.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *