JAKARTA – Mencuci apel sebelum dikonsumsi bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah penting untuk menjaga higienitas. Selain membersihkan kotoran dan sisa pestisida, proses ini juga membantu mengurangi lapisan lilin yang kerap digunakan produsen sebagai pelingung buah.
Kebiasaan mencuci buah berperan menurunkan risiko paparan bakteri maupun virus yang dapat memicu gangguan kesehatan. Dengan cara yang tepat, apel menjadi lebih aman dan layak santap.
Praktik pelapisan lilin pada buah bukan hal baru. Catatan Science Direct menyebut tradisi ini sudah dilakukan sejak abad ke-12 hingga ke-13 di China sebagai metode pengawetan alami. Hingga kini, berbagai jenis lilin dan resin—baik sintetis maupun alami—masih digunakan untuk memperpanjang masa simpan buah.
Meski tergolong aman, lapisan lilin tertentu bisa menghambat proses “pernapasan” buah sehingga berisiko mempercepat pembusukan. Industri pangan modern pun mulai beralih ke pelapis alternatif seperti metilselulosa, bahan dari dinding sel tanaman yang mampu melindungi buah tanpa mengganggu respirasi alaminya.
Bagi sebagian orang, membersihkan lapisan lilin tetap menjadi pilihan. Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah:
- Rendam dengan air hangat: Setelah dicuci, rendam apel sekitar satu menit dalam air hangat. Pastikan suhu tidak terlalu tinggi agar tekstur buah tetap terjaga.
- Gosok dengan soda kue: Jika lapisan lilin terasa tebal, gosok kulit apel perlahan menggunakan sikat lembut. The Oklahoman merekomendasikan soda kue sebagai bahan alami efektif untuk mengangkat lilin dan kotoran.
- Gunakan perasan lemon: Sebagai alternatif, bahan asam ringan seperti air lemon juga bisa dipakai untuk membersihkan buah dengan aman.
Dengan langkah sederhana ini, apel siap dikonsumsi dengan lebih tenang dan sehat.