Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, memberikan klarifikasi atas video viral yang menampilkan dirinya berbicara mengenai peran ahli gizi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa pernyataannya dalam video tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil RDP Komisi IX DPR, yang sedang mencari solusi atas kekurangan tenaga ahli gizi di berbagai dapur MBG.
Cucun menjelaskan, pernyataannya di video itu menindaklanjuti pembahasan soal tenaga ahli gizi berangkat dari hasil RDP Komisi IX DPR, yang sedang mencari solusi atas kelangkaan tenaga gizi di berbagai dapur MBG.
“Teman-teman ahli gizi sudah tahu bahwa ada kesepakatan minta dicari solusi,” ujar Cucun.
Cucun menjelaskan bahwa salah satu masalah utama adalah mobilitas ahli gizi yang berpindah-pindah dapur sehingga mengganggu operasional. Ia juga menyebut adanya ketidaksinkronan antara Persagi dan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam hal penindakan tenaga gizi.
“Kita sampaikan kepada para mengingatkan kepada semuanya, karena yang digunakan ini APBN. Saya tadi ingatkan, di ujung akan ada pos audit kepada mitra, KSPPG, kepada tenaga yang mengawasi gizi. Ya, mohon maaf, tenaganya mengawasi gizi tadi. Jadi, fungsi pengawasan saya ini harus berjalan. Jangan sampai tadi ada problematika,” kata Cucun.
Ia menampik tuduhan bahwa dirinya menyatakan MBG tidak membutuhkan ahli gizi. Menurutnya, kebutuhan tenaga tersebut sangat penting dan harus dimaksimalkan. Namun apabila hingga Desember target 20 ribu dapur belum terpenuhi karena kekurangan ahli gizi, Persagi akan melatih tenaga non-ahli gizi melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
“Kalau misalkan tidak ada ahli gizi dan usulannya seperti itu, kita latih. Tetap, karena ini berbicara gizi. Ada UU 17/2023, Kolegium, assessment, uji kompetensi. Itu tetap harus diikuti untuk skill worker,” tutupnya.
Terkait usulan dari peserta forum yang ingin menghapus istilah “ahli gizi” dari regulasi, Cucun menegaskan bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan karena telah diatur dalam Perpres.
Sebelumnya, dalam forum di Bandung, Cucun juga menyoroti kurangnya tenaga gizi di dapur SPPG dan meminta semua pihak mengawasi pelaksanaan MBG karena menggunakan dana APBN. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap SOP dapur serta kualitas makanan bagi anak sekolah.