Juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo, blak-blakan mengaku bahwa motivasi balapnya telah “lenyap” setelah melewati akhir pekan yang sangat menyiksa dan menjatuhkan mental di MotoGP Italia 2026.
Padahal dalam dua seri sebelumnya di Le Mans dan Catalunya, pembalap andalan Yamaha ini sempat tampil impresif dengan menembus posisi enam besar. Namun, sensasi positif pada area depan motor YZR-M1 miliknya mendadak menguap tanpa bekas saat mengaspal di Sirkuit Mugello.
Mesin Letoy di Trek Lurus Tercepat MotoGP
Keterpurukan pembalap berjuluk El Diablo ini kian diperparah oleh karakteristik Sirkuit Mugello yang memiliki trek lurus terpanjang dalam kalender MotoGP. Di lintasan lurus ini, kelemahan performa mesin Yamaha M1 benar-benar dieksploitasi dan kalah telak dari para rival.
Sejak awal pekan, Quartararo sudah mengeluhkan performa motornya yang jauh lebih buruk dari perkiraan. Frustrasi karena motor tak mau diajak kompromi, ia bahkan memilih bermain aman demi keselamatan nyawanya.
“Motor ini bekerja lebih buruk dari ekspektasi saya. Saya tidak mau jatuh, saya tidak mau cedera di sirkuit ini… Kami tahu bahwa saat ini kami benar-benar tersesat,” aku Quartararo jujur.
Rapor Terburuk El Diablo: Pasrah Finis di Posisi 18
Status Quartararo sebagai pembalap nomor satu Yamaha seolah runtuh di Italia. Posisinya terus melorot di setiap sesi:
-
Kualifikasi: Terlempar di posisi ke-18.
-
Sprint Race: Hanya mampu finis di posisi ke-14.
-
Balapan Utama (Grand Prix): Kembali terpuruk dan menyentuh garis finis di peringkat ke-18.
“Jika Anda bertanya kepada saya sekarang, saya akan katakan bahwa motivasi saya sudah hilang. Sejujurnya, tidak ada hal positif yang bisa diambil dari hari Minggu ini,” ketusnya kepada Motorsport.com.
Ia menambahkan bahwa dirinya sempat mencoba menekan di pertengahan balapan, namun karena motornya sudah sangat mendekati batas maksimal, ia memilih mengendurkan gas. “Saya memilih untuk rileks dan menghindari risiko yang tidak perlu.”
Berharap “Kiamat” di Mugello Segera Berlalu
Meski tengah berada di titik nadir, mantan pemenang GP Mugello ini mencoba realistis bahwa nasibnya bisa berubah di sirkuit lain yang tata letaknya lebih bersahabat dengan motor Yamaha.
“Saya tahu ketika kami tiba di sirkuit lain, saya mungkin akan merasa lebih baik daripada di sini dan kembali ke performa terbaik saya. Namun saat ini, saya sangat kecewa dengan kerja yang kami lakukan. Saya senang akhir pekan ini sudah berakhir,” pungkasnya.
Pada balapan tersebut, rekan setimnya Alex Rins menjadi pembalap Yamaha terbaik dengan finis ke-12 di sesi Sprint, sementara Jack Miller (Pramac Yamaha) finis di posisi ke-15 pada balapan utama.