JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik tujuh duta besar Republik Indonesia dalam upacara kenegaraan yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (8/10/2025). Pelantikan ini menandai langkah strategis pemerintahan baru untuk memperkuat diplomasi ekonomi dan hubungan bilateral di tengah dinamika geopolitik global.
- 1. Andy Rachmiyanto yang ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Belgia
- 2. Toferry Primanda Soetikno, yang ditempatkan di Meksiko
- 3. Dwi Suryo Indroyono Soesilo, duta besar untuk Amerika Serikat
- 4. Abdul Kadir Jaelani Duta Besar Jerman.
- 5. Judha Nugraha Dubes Uni Emirat Arab
- 6. Imam As’ari Dubes untuk Ekuador
- 7. Andhika Chrisnayudhanto di Brasil
1. Andy Rachmiyanto yang ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Belgia
Andy Rachmiyanto, diplomat berpengalaman dengan jejak karier mentereng di Kementerian Luar Negeri, akan memimpin misi diplomasi di Belgia.
Tugas utamanya adalah memanfaatkan posisi Belgia sebagai pusat logistik dan politik Uni Eropa untuk meningkatkan ekspor produk unggulan Indonesia, seperti kelapa sawit, tekstil, dan kopi.
Selain itu, Andy diharapkan menarik investasi Eropa di sektor teknologi dan energi terbarukan, sejalan dengan visi “diplomasi ekonomi” pemerintahan Prabowo.
2. Toferry Primanda Soetikno, yang ditempatkan di Meksiko
Toferry akan fokus memperluas pasar ekspor agribisnis dan memperkuat kerja sama perdagangan di Amerika Latin.
3. Dwi Suryo Indroyono Soesilo, duta besar untuk Amerika Serikat
Dwi bertugas mendorong investasi di sektor teknologi dan mempererat hubungan keamanan.
4. Abdul Kadir Jaelani Duta Besar Jerman.
Abdul akan mengembangkan kerja sama di bidang industri 4.0 dan teknologi hijau untuk mendukung transisi energi Indonesia.
5. Judha Nugraha Dubes Uni Emirat Arab
Judha mendapat mandat memperdalam kemitraan energi dan infrastruktur, serta menarik investasi dari Timur Tengah.
6. Imam As’ari Dubes untuk Ekuador
Imam akan memajukan kerja sama di sektor perikanan dan perdagangan komoditas tropis.
7. Andhika Chrisnayudhanto di Brasil
Andhika akan menggenjot ekspor komoditas dan menarik investasi infrastruktur dari Amerika Selatan.
Upacara pelantikan berlangsung khidmat dengan kehadiran Menteri Luar Negeri dan pejabat tinggi lainnya. Meski tidak ada kutipan resmi dari Presiden Prabowo, sumber Istana menyebutkan bahwa ia menekankan pentingnya “diplomasi yang berpihak pada kepentingan rakyat” dalam pengarahan kepada para duta besar.
Pelantikan ini mencerminkan ambisi besar pemerintahan Prabowo untuk menjadikan diplomasi sebagai mesin penggerak ekonomi nasional.
Dengan target ekspor, investasi, dan kemitraan strategis, para duta besar ini diharapkan mampu menavigasi tantangan global seperti ketegangan perdagangan dan perubahan iklim.
Khususnya di Belgia, Andy Rachmiyanto akan memainkan peran kunci dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar Eropa.
Keberhasilan misi mereka akan menjadi indikator keberhasilan strategi diplomasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.