JAKARTA – PB Matahari Pagi Indonesia (MPI) menggelar acara “Doa untuk Sumatra, Doa untuk Indonesia” di Grand Ballroom Minhajurosyidin, Jakarta, Jumat (9/1/2025), dihadiri tokoh nasional, wakil rakyat, dan unsur lintas agama sebagai wujud ikhtiar spiritual dan kepedulian sosial.
Wakil Menteri Haji dan Umrah sekaligus Ketua Majelis Pertimbangan PB MPI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki kesamaan prinsip dengan Bung Karno dalam menempatkan persatuan sebagai dasar kehidupan berbangsa.
“Presiden Prabowo, yang hari ini kami dampingi sebagai pembantu, menunjukkan kegandrungan yang sangat kuat terhadap persatuan. Nilai itu terlihat jelas dalam cara beliau memimpin dan merangkul seluruh elemen bangsa,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak.
Dahnil menegaskan, sikap dan cara kepemimpinan Prabowo mencerminkan semangat Soekarno, yang sejak awal menempatkan persatuan sebagai fondasi utama bangsa.
“Dulu Bung Karno dikenal sangat gandrung pada persatuan, dan hari ini nilai itu kembali dihidupkan Presiden Prabowo,” tambahnya.
Menurut Dahnil, Prabowo digolongkan sebagai Soekarnois sejati karena ketertarikan dan komitmennya terhadap integrasi nasional.
“Soekarno selalu menjadikan persatuan sebagai tema sentral perjuangan, dan nilai itu juga tercermin dalam kepemimpinan Presiden Prabowo hari ini,” lanjutnya.
Persatuan, kata Dahnil, menjadi kunci menghadapi tantangan bangsa, mulai dari aspek sosial, ekonomi, hingga penanganan bencana.
“Kami menilai doa bersama menjadi ruang untuk menyatukan batin dan kepedulian publik, sekaligus pengingat pentingnya kohesi nasional di tengah dinamika yang terus berubah,” ujarnya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, memberikan apresiasi atas inisiatif doa bersama ini sebagai bentuk tanggung jawab spiritual anak bangsa.
“Doa bersama menjadi sarana menundukkan hati dan memohon pertolongan Tuhan bagi Sumatera dan Indonesia,” kata Singgih.
Ia menambahkan, doa tersebut juga untuk keselamatan, ketenteraman, dan kesejahteraan masyarakat Sumatera, serta menjaga persatuan dan keadilan dalam kehidupan nasional.
“Harapannya, agar Indonesia tetap kokoh dalam persatuan, berjalan adil dalam kehidupan sosial, serta mampu melangkah maju dalam peradaban,” tandas Singgih.
Singgih juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dan berharap niat baik ini mendapat balasan terbaik.
Anggota Majelis Pembina PB MPI, Mohammad Yusuf Hamka, menjelaskan kontribusi konkret MPI dalam membantu masyarakat terdampak bencana di Sumatera melalui distribusi logistik dan dukungan sosial berkelanjutan.
Yusuf Hamka menekankan program Makan Bahagia Gratis sebagai contoh kolaborasi sosial yang memberdayakan UMKM di sekitar sekolah melalui kantin, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
“Kami menilai program Makan Bahagia Gratis sejalan dengan kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo, sekaligus menjadi contoh kolaborasi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tutupnya.***