Insiden mengerikan yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustikajaya, Rabu (1/4) malam, menyisakan duka mendalam. Bukan sekadar kebakaran biasa, kekuatan ledakan dilaporkan melontarkan lidah api hingga radius 200 meter, menghanguskan rumah-rumah warga yang berada cukup jauh dari titik pusat.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, saat meninjau puing-puing lokasi pada Kamis (2/4/2026), mengungkapkan keterkejutannya atas dahsyatnya dampak ledakan tersebut.
“Ini luar biasa. Bahkan rumah yang berjarak hampir 200 meter dari lokasi ikut terbakar. Total ada sekitar 14 bangunan warga yang terdampak,” ujar Harris.
Data Kerusakan dan Korban
Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kota Bekasi, berikut adalah rincian dampak kerusakan:
-
Bangunan: 4 unit kios rusak sedang, 10 rumah warga rusak ringan, dan 1 bangunan musala terdampak.
-
Fasilitas SPBE: Lahan seluas 1.500 m² ludes rata dengan tanah.
-
Kendaraan: 6 unit truk SPBE dan 7 unit sepeda motor mengalami rusak berat.
-
Korban Jiwa: Tidak ada korban jiwa, namun 12 orang (termasuk pegawai dan warga sekitar) menderita luka bakar serius dan kini dirawat intensif di empat rumah sakit berbeda.
Aksi Heroik Petugas Damkar
Di tengah kobaran api yang melahap area seluas 2.000 m², petugas Pemadam Kebakaran berhasil melakukan tindakan krusial. Mereka berfokus mengamankan satu tabung raksasa berkapasitas 50.000 liter. Jika tabung utama ini ikut meledak, dampak kerusakan dipastikan akan jauh lebih masif bagi wilayah Mustikajaya.
Langkah Pemulihan Pemerintah
Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat dengan menyiapkan skema bantuan:
-
Pendataan & Perbaikan: Pemkot Bekasi akan mensurvei rumah warga terdampak, terutama warga kurang mampu, untuk dibantu proses perbaikannya.
-
Posko Darurat: Pihak Kecamatan Mustikajaya telah mendirikan posko bantuan dan pelaporan bagi warga. Saat ini, mayoritas korban yang rumahnya rusak memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat.
Plt Kadis Damkar Kota Bekasi, Heryanto, menduga kuat bahwa bencana ini dipicu oleh kebocoran gas pada tabung utama saat aktivitas pengisian berlangsung. Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab teknis di lapangan.