JAKARTA – Aksi demonstrasi yang digelar ratusan mahasiswa dari Universitas Trisakti dan Universitas Esa Unggul di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, mendapat respons langsung dari pimpinan parlemen. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turun menemui massa aksi dan menyatakan sejumlah tuntutan mahasiswa telah diteruskan kepada pemerintah melalui komunikasi langsung dengan jajaran eksekutif.
Langkah Dasco menemui mahasiswa di tengah aksi menjadi sorotan karena dilakukan setelah DPR menggelar audiensi dengan perwakilan peserta demonstrasi. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan DPR tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga langsung menghubungi pihak terkait untuk menyampaikan tuntutan yang disuarakan mahasiswa.
DPR Klaim Aspirasi Mahasiswa Langsung Ditindaklanjuti
Di atas mobil komando yang digunakan massa aksi, Dasco menyampaikan bahwa sebagian tuntutan yang diajukan mahasiswa telah diteruskan kepada pemerintah. Menurutnya, komunikasi dilakukan secara langsung melalui sambungan telepon dengan pejabat yang memiliki kewenangan terhadap isu yang dipersoalkan mahasiswa.
“Beberapa aspirasi telah kami langsung sampaikan lewat telepon kepada pihak eksekutif, baik Menteri ESDM maupun Kepala BGN, dan didengarkan langsung aspirasi kami pada mereka,” ujar Dasco di hadapan para demonstran, Jumat (19/6/2026).
Pernyataan tersebut disambut antusias oleh peserta aksi yang sejak sore hari memadati kawasan depan kompleks parlemen di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Dasco menegaskan DPR berupaya menjalankan fungsi penyaluran aspirasi masyarakat dengan menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah. Ia menyebut proses penyampaian aspirasi tidak berhenti pada forum audiensi, melainkan akan terus dikawal hingga mendapat tindak lanjut dari pihak terkait.
Audiensi dengan Perwakilan Mahasiswa
Sebelum menemui massa di lapangan, Dasco bersama pimpinan DPR terlebih dahulu melakukan dialog dengan sejumlah perwakilan mahasiswa. Dalam pertemuan itu, berbagai tuntutan dan kritik yang dibawa peserta aksi disampaikan secara langsung kepada pimpinan legislatif.
Di hadapan ribuan mata yang menyaksikan dari luar gedung, Dasco menjelaskan bahwa hasil audiensi menjadi dasar bagi DPR untuk meneruskan berbagai masukan kepada pemerintah.
“Adek-adek sekalian, teman-teman mahasiswa sekalian, barusan kami sudah melakukan audiensi, menerima aspirasi dari teman-teman yang merupakan perwakilan dari kawan-kawan sekalian,” kata Dasco.
Menurutnya, pertemuan tersebut berlangsung sebagai bentuk keterbukaan DPR terhadap kritik dan masukan yang datang dari kalangan mahasiswa. Ia menilai demonstrasi merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang harus dihormati dan didengar oleh para pengambil kebijakan.
Seruan ‘Hidup Mahasiswa’ Warnai Pertemuan
Momen menarik terjadi ketika Dasco menyapa peserta aksi dengan seruan yang identik dengan gerakan mahasiswa. Dari atas kendaraan komando, ia meneriakkan kalimat “Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia” yang langsung disambut sorak dan tepuk tangan para demonstran.
Suasana yang semula diwarnai orasi dan tuntutan berubah lebih cair ketika dialog berlangsung. Sejumlah mahasiswa tampak memperhatikan penjelasan yang disampaikan pimpinan DPR terkait langkah-langkah yang telah dilakukan lembaga legislatif dalam menindaklanjuti aspirasi mereka.
Kehadiran langsung pimpinan DPR di tengah massa juga menjadi simbol bahwa jalur komunikasi antara mahasiswa dan parlemen masih terbuka. Meski demikian, para peserta aksi tetap menuntut agar aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada pernyataan politik semata, melainkan diwujudkan dalam kebijakan konkret.
Janji DPR Kawal Tuntutan Mahasiswa
Dalam penutup pernyataannya, Dasco menegaskan DPR akan terus mengawal berbagai tuntutan yang telah disampaikan mahasiswa. Ia memastikan aspirasi yang diterima tidak akan berhenti pada tahap penerimaan, tetapi akan dibahas lebih lanjut sesuai kewenangan lembaga legislatif.
“Tadi beberapa aspirasi yang ditujukan pada DPR kami juga sudah sampaikan dan InsyaAllah kita akan lanjutkan dan akan kita tindaklanjuti,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa DPR berupaya menunjukkan respons cepat terhadap gelombang aspirasi yang muncul dari kalangan mahasiswa. Namun, efektivitas tindak lanjut tersebut masih akan menjadi perhatian publik, terutama terkait sejauh mana pemerintah merespons tuntutan yang telah diteruskan oleh parlemen.
Aksi Mahasiswa Jadi Pengingat Fungsi Pengawasan DPR
Aksi yang digelar mahasiswa Universitas Trisakti dan Universitas Esa Unggul kembali menegaskan peran mahasiswa sebagai kelompok kritis yang aktif mengawasi jalannya pemerintahan. Di sisi lain, respons DPR dalam menerima dan meneruskan aspirasi menjadi ujian bagi fungsi representasi serta pengawasan yang dimiliki lembaga legislatif.
Pertemuan langsung antara pimpinan DPR dan mahasiswa di depan Gedung DPR RI menunjukkan bahwa ruang dialog masih menjadi instrumen penting dalam meredam ketegangan sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik. Kini, perhatian tertuju pada langkah konkret pemerintah dan DPR dalam menindaklanjuti aspirasi yang telah disuarakan dari jalanan hingga ruang audiensi parlemen.