JAKARTA – Program Belanja Nasional Triwulan I 2026 mencatat lonjakan transaksi signifikan yang menembus Rp184,02 triliun dan melampaui target pemerintah.
Hal ini menegaskan bahwa daya beli masyarakat Indonesia masih berada dalam kondisi kuat di tengah dinamika ekonomi global.
Pada periode tersebut, capaian transaksi Program Belanja Nasional diketahui melampaui target awal sebesar Rp172,38 triliun dan menjadi indikator penting penguatan konsumsi domestik.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa sinergi pemerintah dan pelaku usaha menjadi faktor utama penggerak stimulus ekonomi nasional yang efektif.
“Ini menciptakan stimulus efektif bagi konsumsi masyarakat yang daya belinya terbukti masih cukup kuat,” ungkap Budi Santoso, Minggu (12/4/2026).
Program Friday Mubarak yang dijalankan oleh Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mencatat kontribusi besar dengan total transaksi mencapai Rp129,12 triliun atau 8,5 persen di atas target yang telah ditetapkan pemerintah.
Keterlibatan ribuan ekosistem ritel juga terlihat dari partisipasi 13.450 pasar rakyat dan 414 pusat perbelanjaan yang menggerakkan aktivitas ekonomi nasional secara masif.
Program Belanja Nasional turut melibatkan sekitar 11 juta pedagang pasar di seluruh Indonesia yang memperkuat sirkulasi ekonomi di tingkat akar rumput.
Skema Bina Lebaran 2026 yang diinisiasi oleh Hippindo juga mencatat kinerja positif dengan nilai transaksi mencapai Rp54,9 triliun.
Program tersebut bahkan melampaui target pemerintah sebesar 2,8 persen dengan dukungan 80 ribu gerai ritel dan 800 merek di 24 provinsi.
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) melaporkan adanya peningkatan kunjungan pusat perbelanjaan hingga 12 persen yang didominasi sektor makanan dan hiburan.
Kenaikan trafik pengunjung tersebut dinilai menjadi sinyal kuat pemulihan sektor ritel nasional yang terus menunjukkan tren positif sepanjang awal 2026.
Pemerintah memproyeksikan tren kunjungan ritel akan terus meningkat di atas 10 persen secara tahunan pada Triwulan I-2026 seiring membaiknya konsumsi masyarakat.
Kementerian Perdagangan menegaskan komitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan pelaku UMKM dan industri ritel guna menjaga stabilitas perdagangan domestik.
“Fokus utama pemerintah adalah memperkuat sektor konsumsi rumah tangga sebagai fondasi keberlanjutan ekonomi domestik,” lanjut Budi.
Pemerintah bersama asosiasi pelaku usaha juga menyiapkan rangkaian program belanja strategis hingga akhir tahun yang mencakup festival belanja dan promo momentum hari besar nasional.
“Pemerintah bersama asosiasi pelaku usaha akan terus berkolaborasi mendorong keberlanjutan program belanja nasional,” tegas Budi.***