BOGOR – Pemerintah terus mengakselerasi pemenuhan kebutuhan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program strategis nasional. Bertempat di Kawasan Pesona Kahuripan 12, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI Komjen Pol. Makhruzi Rahman mewakili Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala BNPP RI, Muhammad Tito Karnavian, meluncurkan Program Gentengisasi serta menyerahkan kunci dan akad massal rumah subsidi, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan ini merupakan wujud dukungan nyata pemerintah terhadap Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. BNPP RI menilai bahwa penyediaan hunian layak dan terjangkau menjadi fondasi utama peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk bagi warga yang tinggal di kawasan perbatasan negara.
Bukan Sekadar Fisik, Tapi Perwujudan Martabat MBR
Dalam sambutannya, Komjen Pol. Makhruzi Rahman menegaskan bahwa proyek perumahan di Pesona Kahuripan 12 memiliki makna yang lebih dalam dibandingkan pembangunan pada umumnya.
“Dalam momentum yang sangat strategis ini, mewakili Menteri Dalam Negeri selaku Kepala BNPP RI, proyek di Pesona Kahuripan 12 bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan perwujudan martabat bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian yang layak, aman, dan berkualitas,”ujarnya.
Gentengisasi: Inovasi yang Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
Sekretaris BNPP RI juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi Program Gentengisasi. Menurutnya, program ini tidak hanya membantu MBR memiliki rumah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM lokal yang berperan sebagai penyedia material bangunan.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi Program Gentengisasi. Ini menjadi bukti bahwa sektor perumahan dapat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,”* kata Komjen Pol. Makhruzi.
Tiga Poin Strategis Kolaborasi Pusat dan Daerah
Lebih lanjut, Komjen Pol. Makhruzi menekankan bahwa urusan perumahan adalah pelayanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah. Kementerian Dalam Negeri bersama BNPP RI berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Ia merinci tiga poin strategis dalam sinergi tersebut:
- Percepatan perizinan di daerah agar pembangunan rumah subsidi tidak terhambat.
- Optimalisasi pemanfaatan aset lahan pemerintah daerah untuk kawasan hunian rakyat.
- Pembangunan perumahan di kawasan perbatasan melalui sinergi BNPP RI dan Kementerian PKP.
“Melalui BNPP, kami memastikan masyarakat di beranda terdepan NKRI juga mendapatkan akses hunian yang layak sebagai bagian dari penguatan kawasan perbatasan negara,”* jelasnya.
Rumah sebagai Madrasah Pertama bagi Generasi Emas
Pada momen akad massal yang diikuti oleh 300 keluarga penerima manfaat, Komjen Pol. Makhruzi menyampaikan pesan inspiratif. Ia mengingatkan bahwa kepemilikan rumah bukan sekadar soal tempat tinggal, melainkan awal dari lahirnya kehidupan yang lebih baik.
“Momentum akad massal hari ini adalah awal dari masa depan yang lebih cerah. Rumah adalah madrasah pertama, tempat persemaian generasi emas bangsa,”* tuturnya.
Harapan untuk Sinergi Berkelanjutan
Menutup rangkaian kegiatan, Sekretaris BNPP RI menyambut baik peluncuran Program Gentengisasi dan akad massal rumah subsidi. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kerja sama demi mewujudkan hunian layak bagi masyarakat luas.
“Semoga kerja keras seluruh stakeholder yang terlibat menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
Dengan adanya program ini, pemerintah optimistis target penyediaan 3 juta rumah dapat tercapai sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dari sektor perumahan dan UMKM lokal.