Harapan terakhir Fernando Alonso untuk kembali ke puncak kejayaan Formula 1 tampaknya hancur bahkan sebelum lampu start musim 2026 menyala. Jurnalis veteran Italia, Leo Turrini, menggambarkan kondisi sang juara dunia dua kali itu “hampir mengalami gangguan saraf” setelah rentetan kegagalan dalam tes pramusim Aston Martin yang memalukan.
Horor di Bahrain: Mobil Paling Lambat, Masalah Paling Banyak
Meskipun dirancang di bawah tangan dingin Adrian Newey, mobil AMR26 justru menjadi pesakitan di lintasan. Dalam enam hari pengujian di Bahrain, tim ini hanya mampu melahap 334 putaran—rekor terburuk di antara semua tim, bahkan kalah dari pendatang baru, Cadillac.
Puncaknya terjadi saat Lance Stroll hanya mampu memutari sirkuit enam kali sebelum masalah baterai pada unit tenaga Honda memaksa tim menghentikan sesi. Kabar dari markas Honda di Sakura pun tak kalah suram: mereka kekurangan suku cadang unit tenaga. Hasilnya? Catatan waktu mereka tertinggal empat detik dari tim papan atas.
“Satu Tahun Lagi di Neraka”
Di balik sikap tenang yang ditunjukkan di depan kamera, Alonso dikabarkan meledak di balik layar. Jurnalis Spanyol Antonio Lobato melaporkan momen emosional saat Alonso membanting sarung tangannya setelah keluar dari mobil.
“Seseorang dari lingkaran dalam Alonso membisikkan kepada saya: ‘Satu tahun lagi di neraka. Satu tahun lagi penuh penderitaan,'” tulis Lobato.
Sindiran paling pedas datang dari Turrini yang menyinggung sejarah buruk Alonso dengan Honda di masa lalu:
“Jika Honda memberinya mesin GP2 lagi, sumpah saya akan mendaftar jadi tim bobsled empat orang Jamaika di Olimpiade berikutnya!”
Sinyal Pensiun di Depan Mata
Dengan usia yang sudah menyentuh 44 tahun, kesabaran Alonso tampaknya sudah mencapai batas. Marco Canseco dari MARCA menyebutkan bahwa peluang pensiun Alonso di akhir musim 2026 kini menjadi “sangat mungkin” jika Aston Martin hanya menjadi mobil tercepat kelima.
Alonso sendiri pernah memberi sinyal kepada ESPN: jika mobilnya tidak kompetitif, 2026 akan menjadi tahun terakhirnya di grid. Kini, dengan pembukaan musim di Melbourne pada 8 Maret yang semakin dekat, waktu hampir habis bagi Aston Martin untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim penggembira.