Pemimpin Venezuela yang telah digulingkan, Nicolás Maduro, tiba di Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn pada Sabtu malam waktu setempat, hanya beberapa jam setelah ditangkap pasukan Amerika Serikat dalam operasi militer dini hari di Caracas.
Mantan presiden Venezuela berusia 63 tahun itu kini menghadapi serangkaian dakwaan berat di Distrik Selatan New York, termasuk konspirasi narko-terorisme, konspirasi impor kokain, serta kepemilikan dan konspirasi senjata berat. Sidang pemeriksaan awal diperkirakan akan digelar paling cepat pada Senin mendatang.
Maduro tiba di Amerika Serikat bersama istrinya, Cilia Flores (69), setelah diterbangkan dari kapal perang USS Iwo Jima. Keduanya mendarat di Stewart Air National Guard Base, Newburgh, New York, sekitar pukul 17.00 waktu setempat, lalu diangkut dengan helikopter ke Manhattan.
Pasangan tersebut sempat diproses di kantor pusat Drug Enforcement Administration (DEA) di kawasan Chelsea sebelum diterbangkan ke Brooklyn dan tiba di MDC sekitar pukul 20.45 malam.
Dakwaan Lama yang Dihidupkan Kembali
Menurut dakwaan pengganti yang dibuka Jaksa Agung AS Pam Bondi pada Sabtu, Maduro dituduh sebagai pemimpin Cartel de los Soles atau “Kartel Matahari”, jaringan perdagangan narkotika yang disebut bersekongkol dengan kelompok gerilyawan Kolombia FARC untuk membanjiri Amerika Serikat dengan kokain.
Nama kartel tersebut merujuk pada lambang matahari yang kerap dikenakan oleh perwira tinggi militer Venezuela.
“Nicolás Maduro didakwa atas konspirasi narko-terorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat perusak, serta konspirasi untuk memiliki senjata tersebut terhadap Amerika Serikat,” ujar Bondi.
“Mereka akan segera menghadapi seluruh kekuatan keadilan Amerika di tanah Amerika, di pengadilan Amerika.”
Kasus ini sejatinya bermula dari dakwaan federal pada Maret 2020, ketika Jaksa AS saat itu, Geoffrey Berman, menuduh Maduro dan jaringan terdekatnya secara sadar menggunakan kokain sebagai “senjata” untuk merusak kesehatan dan stabilitas Amerika Serikat. Perkara ini kini ditangani oleh Hakim Distrik AS Alvin K. Hellerstein, yang telah mengawasi kasus tersebut selama bertahun-tahun.
Penjara dengan Reputasi Kelam
Maduro akan ditahan di MDC Brooklyn sambil menunggu proses persidangan. Fasilitas ini dikenal sebagai penjara berkeamanan tinggi yang kerap menampung tahanan kelas kakap, termasuk Ghislaine Maxwell, Luigi Mangione, dan Sean “Diddy” Combs.
Namun, MDC Brooklyn juga memiliki reputasi buruk. Sejumlah hakim federal dan pengacara pembela menyoroti kondisi penahanan yang dinilai tidak manusiawi, mulai dari makanan terkontaminasi belatung, gangguan layanan listrik dan pemanas, minimnya perawatan medis, hingga tingkat kekerasan yang tinggi.
Pada 2024, kelompok Federal Defenders mengumpulkan sedikitnya sepuluh laporan terpisah terkait temuan belatung dalam makanan tahanan. Hakim Distrik AS Gary R. Brown bahkan menyebut MDC Brooklyn sebagai fasilitas yang “berbahaya” dan “barbar” dalam putusan pengadilan pada September lalu.
Babak Baru Krisis Venezuela
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat berencana “menjalankan” urusan Venezuela hingga terbentuk pemerintahan transisi. Sementara itu, Hugo Carvajal, mantan kepala intelijen militer Venezuela yang telah mengaku bersalah dalam kasus terkait narkotika, dijadwalkan menjalani vonis pada 12 Januari dan disebut telah sepakat bekerja sama dengan penyelidik AS.
Penahanan Maduro menandai babak baru krisis politik Venezuela, sekaligus membuka fase hukum yang berpotensi mengungkap jaringan kekuasaan dan perdagangan narkotika lintas negara yang selama ini dituduhkan terhadap rezim Caracas.
