SUMBAR – Tim Search and Rescue (SAR) Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri berhasil mendirikan jembatan sementara di Korong Maranci, Nagari Seulayat, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Langkah cepat ini dilakukan untuk memulihkan akses antarnagari yang terputus akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Kegiatan gotong royong ini melibatkan 25 personel SAR Korpolairud yang didukung lima anggota Unit K9, di bawah komando AKBP Ferry Setiawan. Para personel bersinergi dengan warga Korong Maranci yang turut berpartisipasi aktif dalam pembangunan jembatan darurat tersebut.
Jembatan sementara dibangun menggunakan bahan swadaya berupa kayu kelapa dan papan bekas yang tersedia di sekitar lokasi. Saat ini, jembatan tersebut berfungsi sebagai penghubung vital antardesa, namun hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki, sepeda motor, serta kendaraan roda tiga. Pembatasan ini diberlakukan mengingat kekuatan konstruksi yang masih terbatas demi menjaga keselamatan pengguna.
Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri, Kombes Pol Erdi A. Chaniago, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan peran aktif kepolisian dalam penanganan bencana.
“Gotong royong pembangunan jembatan sementara ini menunjukkan komitmen Polri untuk selalu hadir dan membantu masyarakat, terutama dalam kondisi darurat maupun keterbatasan akses. Sinergi antara personel Korpolairud dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan aktivitas warga,” ujar Kombes Pol Erdi.
Proses pembangunan dimulai pukul 11.15 WIB dan selesai pada pukul 22.35 WIB di hari yang sama, Jumat, 3 Januari 2026. Meski memakan waktu cukup panjang, seluruh pekerjaan berjalan lancar berkat solidaritas tinggi antara aparat dan masyarakat.
Dengan berfungsinya jembatan sementara ini, mobilitas warga diharapkan kembali lancar, sehingga aktivitas ekonomi sehari-hari dapat pulih dan rasa aman masyarakat pascabanjir di wilayah Ulakan Tapakis semakin meningkat. Upaya pemulihan infrastruktur serupa diharapkan terus berlanjut, khususnya di daerah rawan bencana di Sumatera Barat.