MOSKOW, RUSIA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kunjungannya ke Rusia tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk berkonsultasi terkait dinamika geopolitik global yang terus berubah cepat.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4/2026).
Dalam pernyataannya, Prabowo menyoroti kondisi dunia yang tengah berada dalam fase ketidakpastian tinggi, sehingga komunikasi antarnegara menjadi semakin penting.
“Kemudian, Yang Mulia, saya juga datang untuk konsultasi karena situasi geopolitik dunia mengalami perkembangan dan perubahan yang sangat cepat,” kata Prabowo.
Ia menilai Rusia sebagai salah satu aktor penting dalam percaturan global yang memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga keseimbangan geopolitik di tengah berbagai krisis internasional.
“Kami memandang bahwa Rusia telah berperan sangat positif dalam menghadapi kondisi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini,” katanya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berkepentingan untuk terus menjalin dialog strategis dengan Rusia, termasuk dalam merumuskan langkah menghadapi tantangan global ke depan.
Selain isu geopolitik, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas peluang peningkatan kerja sama bilateral, khususnya di sektor ekonomi dan energi yang dinilai krusial dalam memperkuat ketahanan nasional kedua negara.
“Karena itu kami merasa sangat perlu untuk konsultasi bagaimana kita hadapi situasi ke depan dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama terutama di bidang ekonomi dan energi,” ujar Prabowo.
Pertemuan ini menegaskan posisi Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif, dengan tetap membuka ruang dialog dan kerja sama dengan berbagai negara di tengah perubahan lanskap global yang semakin dinamis.