DARJEELING, INDIA – Seorang wanita warga negara Indonesia (WNI) ditangkap aparat keamanan di wilayah perbatasan India-Nepal, tepatnya di Darjeeling, Benggala Barat, pada Kamis, 5 September 2025. Wanita tersebut dicurigai telah menetap di Mumbai selama hampir satu dekade dengan menggunakan identitas palsu berupa dokumen India.
Penangkapan ini mengungkap jaringan penggunaan dokumen ilegal yang kini menjadi sorotan otoritas setempat.
Pasukan penjaga perbatasan India, Sahastra Seema Bal (SSB), berhasil mencegat wanita tersebut sebelum menyerahkannya ke kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Wanita itu mengidentifikasi dirinya sebagai Ninyoman Murni, seorang warga negara India. Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan beberapa dokumen palsu, termasuk KTP Indonesia, dengan informasi pribadi yang saling bertentangan,” ungkap pernyataan resmi SSB, dikutip dari Hindustan Times, Minggu, 7 September 2025.
Berdasarkan pemeriksaan, paspor Indonesia yang disita dari wanita tersebut mengidentifikasi dirinya sebagai Ni Kadek Sisiani, 51 tahun, warga Bali.
Namun, kontradiksi muncul ketika ia mengaku bernama Ninyoman Murni dan mengklaim sebagai warga India. Petugas juga menemukan kartu identitas Aadhaar dan nomor pajak PAN India yang diduga diperoleh secara ilegal melalui seorang agen di Mumbai.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden penggunaan dokumen palsu di kawasan perbatasan India, yang dikenal sebagai jalur sensitif untuk aktivitas ilegal seperti penyelundupan dan imigrasi gelap.
Menurut laporan, wanita tersebut telah hidup di Mumbai selama hampir 10 tahun dengan identitas India yang tidak sah, memicu pertanyaan tentang efektivitas sistem verifikasi dokumen di negara tersebut.
Pihak berwenang kini tengah mendalami motif di balik penggunaan dokumen palsu tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan jaringan kriminal yang lebih besar. Penyelidikan juga mencakup pemeriksaan agen di Mumbai yang diduga memfasilitasi pembuatan identitas ilegal.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah Indonesia, yang kemungkinan akan berkoordinasi dengan otoritas India untuk memverifikasi identitas wanita tersebut dan status kewarganegaraannya. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Indonesia di New Delhi terkait insiden ini.