LIMA, PERU – Jose Jeri resmi dilantik sebagai Presiden sementara Peru pada Jumat (10/10/2025), hanya beberapa jam setelah parlemen memakzulkan Presiden Dina Boluarte dengan tuduhan “ketidakmampuan moral permanen“, menandai babak baru dalam krisis politik yang terus mengguncang negara Amerika Selatan itu.
Peristiwa ini menambah daftar panjang ketidakstabilan kepemimpinan di Peru, yang dalam tiga tahun terakhir telah mengalami enam pergantian presiden akibat konflik internal.
Dalam sidang luar biasa di Gedung Kongres Lima, mayoritas anggota parlemen—lebih dari dua pertiga suara—menyetujui mosi pemakzulan terhadap Boluarte.
Keputusan ini dipicu oleh tuduhan korupsi dan kegagalan menangani protes massal yang meletus sejak akhir 2022, yang menewaskan puluhan demonstran.
Boluarte, yang naik tahta melalui proses konstitusional pada Desember 2022 setelah pemakzulan mantan Presiden Pedro Castillo, kini menjadi korban dinamika serupa yang menandai politik Peru pascakolonial.
Transisi kekuasaan berlangsung kilat. Jeri, berusia 52 tahun dan dikenal sebagai politisi moderat dari partai Alianza para el Progreso, langsung bersumpah di hadapan para menteri kabinet, pejabat tinggi negara, serta perwakilan militer.
Upacara pelantikan di ruang sidang utama Kongres disiarkan langsung oleh media nasional, menarik perhatian dunia internasional yang khawatir akan dampaknya terhadap ekonomi Peru—negara pengekspor tembaga terbesar kedua di dunia.
Dalam pidato perdananya yang singkat namun penuh semangat, Jeri menjanjikan upaya konkret untuk meredam kekacauan. Ia menyatakan, “Saya berjanji untuk memulihkan stabilitas politik dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.” Komitmen ini langsung disambut aplaus hangat dari hadirin, meski skeptisisme masih membayangi di kalangan analis.
Jeri, yang sebelumnya memimpin Kongres sejak Juli 2024, diharapkan bisa menyatukan faksi-faksi politik yang terpecah, termasuk kelompok sayap kiri yang mendukung Castillo.
Latar belakang krisis ini tak lepas dari warisan Castillo, mantan presiden petani yang gagal melakukan kudeta pada 2022 dan kini mendekam di penjara.
Boluarte, yang sempat memimpin di tengah protes anti-pemerintah yang menewaskan 60 orang, menghadapi tuntutan hukum atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Pemakzulan hari ini, yang disahkan pukul 10 pagi waktu setempat, memicu gelombang reaksi di media sosial Peru, dengan tagar #NuevoPeru trending di platform X.
Dari sisi ekonomi, pergantian ini berpotensi mengganggu investasi asing di sektor pertambangan, yang menyumbang 60% ekspor Peru. Bank Dunia sebelumnya memperingatkan bahwa ketidakstabilan politik bisa memperlambat pertumbuhan PDB sebesar 2–3% tahun ini.
Sementara itu, militer Peru menyatakan dukungan penuh terhadap pemerintahan baru, menekankan komitmen menjaga ketertiban nasional.
Pemerintahan Jeri yang baru ini akan menghadapi ujian pertama: pemilu presiden 2026 yang semakin dekat. Para pengamat politik memprediksi bahwa tanpa reformasi mendalam, siklus pemakzulan bisa berulang. Saat ini, Boluarte dilaporkan berada di kediaman resminya di Lima, menunggu proses hukum lanjutan.