Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, mengakui adanya kekeliruan di internal Kementerian Luar Negeri terkait sejumlah posisi duta besar yang masih kosong, termasuk untuk Amerika Serikat, Jerman, Korea Utara, serta posisi wakil tetap Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI yang digelar di Kompleks Parlemen, Senin pagi. Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi I, Anton Sukartono, mempertanyakan kekosongan 12 posisi duta besar yang menurutnya sangat krusial untuk menjamin keselamatan WNI dan menjaga diplomasi strategis Indonesia di kancah global.
Menanggapi hal itu, Menlu Sugiono menyatakan akan segera mengirimkan daftar nama calon duta besar ke DPR RI untuk dilakukan uji kelayakan dan kepatutan. Ia juga mengakui bahwa kesalahan terletak pada lambannya proses internal dalam menentukan sosok yang tepat untuk menduduki posisi-posisi tersebut.
Sugiono menambahkan, proses pemilihan duta besar membutuhkan waktu karena harus memastikan kandidat yang dipilih memiliki kapasitas dan rekam jejak yang mumpuni. Beberapa calon bahkan telah ditunjuk, namun belum bisa diberangkatkan karena masih menunggu proses akreditasi dari negara tujuan.
Laporan Tim Liputan Garuda TV – Jakarta
Caption | Admin: Raihana