JAKARTA – Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Seoul, Korea Selatan menghadirkan warna berbeda dalam praktik diplomasi modern melalui pendekatan personal yang hangat dan penuh kejutan.
Dalam agenda resmi di Blue House, Presiden Prabowo tidak hanya menjalankan pertemuan formal, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan Lee Jae Myung melalui momen sederhana namun berkesan.
Aksi unik Prabowo menjadi sorotan ketika ia memberikan hadiah berupa pakaian khusus untuk anjing peliharaan Lee bernama Bobby yang memiliki kesamaan nama dengan kucing kesayangannya, Bobby Kertanegara.
“Ini untuk Bobby,” ujar Prabowo sembari menunjukkan pakaian tersebut kepada Lee di halaman Blue House, seperti terlihat dalam unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet, Kamis (2/4/2026).
Tak berhenti di situ, Prabowo juga menyerahkan scarf bermotif etnik serta kalung anjing sebagai simbol perhatian yang personal dan penuh makna.
Menerima hadiah tersebut, Lee tampak tersenyum lebar dan menunjukkan apresiasi atas gestur hangat dari Prabowo.
“Terima kasih, terima kasih banyak,” balasnya.
Momen ini dinilai mencerminkan eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan yang tidak hanya dibangun di atas kepentingan strategis, tetapi juga kedekatan antarindividu pemimpin.
Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pendekatan diplomasi yang dilakukan Prabowo menekankan sisi humanis yang kini semakin relevan dalam hubungan internasional.
Menurutnya, diplomasi tidak lagi terbatas pada forum resmi dan kesepakatan formal, tetapi juga melibatkan sentuhan personal yang mampu memperkuat kepercayaan.
“Diplomasi tidak hanya sekedar rapat dan agenda resmi, tetapi bagaimana hubungan personal antarpemimpin dapat terjalin dan membekas baik di hati,” ujar Teddy, seperti dikutip dari keterangan resmi.
Selain hadiah untuk hewan peliharaan, Prabowo turut membawa sejumlah produk unggulan UMKM Indonesia sebagai bagian dari diplomasi ekonomi kreatif.
Souvenir tersebut meliputi keris Bali dan guci keramik khas Jawa Timur yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara di mata dunia.
Langkah ini sekaligus mempertegas upaya Indonesia dalam memperkenalkan produk lokal ke panggung internasional melalui jalur diplomasi yang lebih inovatif dan membumi.
Pendekatan unik ini memperlihatkan bahwa hubungan bilateral dapat diperkuat melalui kombinasi strategi formal dan sentuhan emosional yang tulus.***