JAKARTA – Nilai tukar rupiah memulai perdagangan hari ini dengan kecenderungan menguat seiring melemahnya tekanan dolar Amerika Serikat di pasar global.
Berdasarkan pantauan data Bloomberg pada sesi awal, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke posisi Rp16.760 per dolar AS.
Penguatan ini terjadi setelah rupiah pada penutupan perdagangan Senin sebelumnya melemah 0,16 persen atau turun 27 poin dan ditutup di level Rp16.776 per dolar AS.
Pelemahan rupiah pada perdagangan sebelumnya dipicu sentimen eksternal, terutama eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah serta meningkatnya tensi hubungan Amerika Serikat dan Venezuela.
Memasuki perdagangan hari ini, tekanan terhadap mata uang global mereda setelah indeks dolar AS turun ke level 98,11.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di kisaran Rp16.700-Rp16.800 per dolar AS,” kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Selasa (23/12/2025).
Menurut Lukman, pelemahan indeks dolar dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve pada Januari 2026.
Kondisi tersebut membuka ruang bagi penguatan rupiah, meskipun laju penguatannya diperkirakan tidak akan berlangsung agresif.
Ruang penguatan rupiah dinilai terbatas karena masih adanya tekanan dari dalam negeri.
“Diantaranya prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia dan kekhawatiran defisit anggaran,” ucap Lukman.
Selain faktor moneter, pelaku pasar juga menaruh perhatian besar pada prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun mendatang.
Sejumlah ekonom menilai ekonomi nasional masih dihadapkan pada tantangan struktural baik dari sisi domestik maupun ketidakpastian global.
“Lembaga internasional, termasuk IMF, memproyeksikan kondisi ekonomi global 2026 tidak lebih baik dibandingkan 2025,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi.
Menurut Ibrahim, meningkatnya ketidakpastian perdagangan internasional serta dinamika geopolitik global menjadi risiko yang perlu diantisipasi secara serius.
“Daya beli kelas menengah juga masih lemah karena risiko inflasi pangan serta penurunan investasi asing di luar sektor hilirisasi. Bencana di Sumatera pun akan berdampak signifikan terhadap perekonomian nasional,” ujarnya.
Saat berita ini diturunkan, berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp16.788 per Dolar AS (13.40 WIB), turun tipis 11 poin atau 0,07 persen.***