PEKANBARU — Komisi VII DPR RI bersama Badan Standardisasi Nasional (BSN) menginisiasi program edukasi penting bagi pelaku UMKM Riau, Minggu (15/6), dengan menyosialisasikan urgensi sertifikasi dan standarisasi produk untuk mendorong usaha naik kelas secara berkelanjutan.
Upaya ini tak hanya menyasar peningkatan mutu, tapi juga menjadikan UMKM lokal mampu bersaing di pasar global.
Langkah strategis ini dimulai dari Kota Pekanbaru, di mana lebih dari 450 pelaku UMKM berkumpul mengikuti kegiatan sosialisasi.
Jumlah tersebut melonjak drastis dari target awal yang hanya 100 peserta, mencerminkan tingginya semangat pelaku usaha di Riau untuk berkembang.
“Karena antusias yang luar biasa dari komunitas UMKM maka peserta meluas menjadi 450 peserta. Jadi UMKM di Riau siap untuk naik kelas.”
“Kita harap punya satu semangat untuk siap berkolaborasi, karena tak mungkin naik kelas tanpa ada kolaborasi, itu kata kuncinya,” ujar Anggota Komisi VII DPR, Hendry Munief, wakil rakyat dari Dapil Riau I.
Standarisasi Produk, Jalan Menuju Pasar Global
Program ini tidak berhenti di tahap edukasi semata. Komisi VII DPR RI menggandeng BSN dan Forum Bisnis Riau untuk mengawal proses standarisasi dan klasifikasi usaha secara menyeluruh.
UMKM yang tergolong mikro diharapkan naik ke skala kecil, dan yang kecil ditingkatkan menjadi menengah. Semua diarahkan agar siap menghadapi tantangan ekspor.
“Harapannya yang mikro naik menjadi kecil dan yang kecil naik ke menengah. Kita siapkan menembus pasar global, jadi produk harus ada standar nasional dan standar internasional,” jelas Hendry lagi.
Ketua BSN Provinsi Riau, Andiko Perdana, menegaskan komitmen pihaknya dalam membina pelaku usaha agar produknya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).
BSN akan membantu menilai apakah usaha telah sesuai standar dan membina agar pelaku UMKM bisa menetapkan SNI secara mandiri.
“BSN komitmen mendorong UMKM memanfaatkan BSN untuk meningkatkan daya saing, memperbaiki standar produk, mengatur pelaku usaha apakah sudah sesuai standar atau tidak, dan membina pelaku usaha agar bisa menetapkan SNI agar produknya bisa lebih baik dan bersaing dengan produk luar negeri,” ungkap Andiko.
UMKM Tak Lagi ‘Tangan di Bawah’
Hendry menambahkan bahwa UMKM yang naik kelas bukan hanya akan berdampak pada peningkatan omzet dan kualitas produk, tetapi juga bertransformasi menjadi pihak yang mampu memberi kontribusi sosial secara aktif, seperti menjadi Muzaki atau pembayar zakat.
Tak hanya itu, kegiatan juga dihadiri oleh Founder and Chairwomen Indonesia Diaspora SME Export Empowerment and Development, Ira Damayanti, yang menyoroti pentingnya sertifikasi produk untuk menembus pasar ekspor.
Ia menyebut, setiap negara memiliki standar masing-masing, sehingga UMKM harus menyesuaikan dengan regulasi negara tujuan ekspor.
“Untuk produk bisa bersaing di luar negeri harus berdaya saing, berstandarisasi dan sertifikasi sesuai dengan negara tujuan,” jelas Ira.
Dengan kolaborasi lintas lembaga ini, diharapkan transformasi UMKM Riau menjadi pelaku usaha yang mandiri, berkualitas, dan berdaya saing global bisa segera terwujud.***